Kasus Beras Oplosan Tidak Ada Kejelasan, Pengamat Nilai Polres Sumenep Asal-Asalan

  • Whatsapp
FOTO: KM/IST MANDEK: Kasus beras oplosan sudah tidak jelas tindak lanjutnya.

Kabarmadura.id/Sumenep-Kasus beras oplosan dengan tersangka L (43) belum kunjung ada kejelasan. Polres Sumenep tidak kunjung melengkapi berkas yang dibutuhkan agar Kejari Sumenep bisa mengeluarkan P21 untuk kasus tersebut.

Rausi Samurano, pengacara muda Sumenep menilai, kasus yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) sudah di luar nalar. Padahal, publik sudah menilai bagus bahkan tidak sedikit yang mengapresiasi kinerja profesional Polres Sumenep dalam mengungkap kasus beras oplosan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Ada yang janggal kan, apalagi sebelum dan sesudah OTT itu ada rentang waktu untuk menentukan status orang yang di-OTT tersebut. Nah itu yang mau menetapkan sebagai tersangka lama banget waktunya puluhan hari bahkan hampir satu bulan. Kami sudah curiga akan berujung seperti ini,” katanya, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Apa Kabar Kasus Beras Oplosan? Ini Kata Kasatreskrim Baru Polres Sumenep

Dia juga menyampaikan, dalih polres untuk melengkapi berkas itu juga dinilai sangat lucu. Padahal pada rentang waktu dalam mengklaim itu OTT dan menetapkan sebagai tersangka tentunya sudah ada kajian tersendiri dari pihak yang bersangkutan.

Apalagi dari pihak kepolisian sendiri mempunyai tim ahli di bidang tertentu. Sehingga dengan waktu yang berlarut-larut itu menjadi alasan agar pelaku bisa berkeliaran karena dinyatakan bebas secara hukum sebab jatuh tempo.

“Biasanya sebelum ditetapkan sebagai tersangka, saksi mata dan saksi ahli itu dipadukan. Ketika sudah ditetapkan masih banyak kekurangan-kekurangan, padahal publik sudah mengetahui dan bisa menilai atas kinerja Polres Sumenep,” imbuhnya.

Dia juga mengkritik kinerja polres yang terbilang asal-asalan dalam menangani kasus OTT yang berujung tidak ada kepastian hukum, mulai dari OTT Puskesmas Pragaan, BBM Ilegal yang di Dungkek, dan beras oplosan.

“Sudah jangan malu-malu, kalau memang mau SP3 ya langsung saja. Itu kasus OTT kok malah ujung-ujungnya tidak jelas,” paparnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, keberadaan kasus tersebut tetap dilanjutkan. Pihaknya sudah siap melanjutkan bahkan pihaknya sudah menguji lab beras tersebut.

“Sek saya cek dulu ke taman-taman kelanjutan kasus tersebut, kemarin masih diuji lab untuk menambahkan pasal,” tanggapnya. (ara/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *