Kasus Beras Opolosan, Hakim Vonis 3 Bulan Penjara

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) MENEGANGKAN: Kasus beras oplosan sudah masuk penghujung. Sesuai putusan pengadilan terdakwa divonis 3 bulan penjara.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Kasus beras oplosan sudah dipenghujung menyelasian. Hakim sudah membacakan putusan atas terdakwa Latifa. Sesuai putusan hakim terdakwa divonis 3 bulan penjara. Putusan itu berbeda dari tuntunan semula yakni satu tahun setengah.

Humas Pengadilan Negeri Sumenep Firdaus mengatakan, terdakwa Latifa dinyatakan terbukti secara sah melakukan tindak pidana mengedarkan barang tidak memakai label, atau membuat penjelasan yang seharusnya dipasang. “Saat ini dijatuhi pidana selama 3 bulan penjara,” katanya, Senin (11/01/2020)

Bacaan Lainnya

Tetapi, Hakim memberikan kesempatan pada pihak  jaksa penuntut umum (PJU), terdakwa, dan penasehat hukumnya untuk mengajukan upaya hukum banding apa tidak “Kami hanya memberikan jangka satu minggu setelah dibacakan putusan. Jadi, dalam waktu satu minggu itu sudah penentuan kasus,” paparnya.

Menuruntnya, terdakwa dijerat Pasal 62 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen “Hal ini terbukti pada saudari Latifa,” paparnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum Terdakwa Kamarullah mengatakan, saat ini masih ada upaya hukum. Tuntutan satu tahun setengah oleh PJU tidak berhasil membuktikan. Sehingga, hanya divonis 3 bulan. “Walau pun tuntutan satu tahun setengah tidak akan berhasil membuktikan bahwa Latifa bersalah,” ujarnya.

Vonis 3 bulan, berarti Latifa tidak usah ditahan lagi. Sebab, sebelumnya sudah melakukan penahanan selama 3 bulan. Di Polres 2 bulan dan satu bulan di tahan di rumahnya.

“Dalam konstitusi kami akan memperjuangkan itu dan saat ini masih akan berembuk pada pihak keluarga besarnya,” paparnya.

Terdakwa Latifa juga mengatakan, putusan hakim sudah dibacakan. Dengan demikian, ia tidak ingin menjalani hukuman di penjara. Sebab sudah menjalaninya.

Meski divonis 3 bulan oleh Hakim, dirinya masih belum terima. Sebab, diakunya jika tidak melanggar pasal atau ata aturan yang lain. “Saya tidak bersalah. Masih akan difikir-fikir dulu dan akan dilakukan upaya hukum,” tukasnya. (mam)

Jauh Sebelumnya, Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, Latifa sempat ditahan selama kurang lebih dua bulan lebih. karena ada berkas yang tidak lengkap maka dikeluarkan dari tahanan kembali.

“Berdasarkan hasil fakta penyidikan, beras oplosan tersebut diperoleh dari kemasan Bulog dari Sidoarjo kemudian dilakukan pencampuran dengan beras lokal atau petani,” ujarnya.

Setelah itu beras tersebut disemprot dengan cairan pandan untuk membuat harum, kemudian dilakukan pengisisan dan dikemas seperti ini. Maka jelas penipuan akan ada balasan yang setimpal.

“Berdasarkan hasil pengembangan Korps Bhayangkara, kasus beras oplosan di Gudang UD Yudatama Art di Desa Pamoloan hanya difokuskan pada satu tersangka. Yakni, latifa,” pungkasnya (imd)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *