Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, Sampang Tambah 52 Ruang Rawat Isolasi

  • Bagikan
(FOTO: KM/DOKUMEN) DINILAI WAJAR: Peningkatan kasus covid-19 di Kabupaten Sampang belakangan ini terus mengalami peningkatan signifikan, Pemkab Sampang tambah ruang rawat isolasi.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Peningkatan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Sampang yang cukup signifikan dalam bebarapa hari terakhir, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang harus menambah ruang rawat isolasi.

Sebelumnya, Kabupaten Sampang hanya memiliki 12 ruang rawat isolasi. Dengan penambahan pasien terinfeksi Covid-19 sebanyak 27 orang, (per 1 Juni 2020), berdampak pada penambahan ruang rawat isolasi sebanyak 52 unit. Ruangan itu dibagi di dua lokasi, yakni di RSUD Mohammad Zyn dan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Sampang.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sampang Yuliadi Setiawan mengatakan,bertambahnya pasien terinfeksi Covid-19 tidak bisa diprediksi, tapi terus berupaya untuk mengantisipasi melalui proses pelacakanmulai tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.

“Justru karena ada peningkatan jumlah kasus ini, kami tambah ruang arawat isolasi sebagai antisipasi, karena dikhawatirkan adanya penambahan pasien malah tidak bisa berbuat dan menanganai dengan baik,” ucap Yuliadi Setiawan kepada Kabar Madura melalui jaringan selulernya, Senin (1/6/2020).

Sejauh ini, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) masih sebanyak 488 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 19 orang dan terinfeksi Covid-19 sebanyak 27 pasien.

Menurutnya, peningkatan jumlah kasus itu merupakan sesuatu hal yang wajar, karena mereka tertular dari keluarga yang sudah terinfeksi. Untuk itu, pelacakan dan pencegahan, memutus mata rantai penularannya terus digalakkan.

“Kami terus melacak keluarga pasien yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 dan orang yang pernah kontak lansung dengan yang bersangkutan, untuk diisolasi mandiri, di-rapid test hingga swab tes. Hasilnya, sebagain dari mereka ada yang terinfeksi, sehingga jumlah pasien terus bertambah,” jelas pria yang akrab disapa Wawan itu.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sampang Djuwardi melalui Ketua Tim Medis Covid-19 Agus Mulyadi menambahkan,penambahan ruang rawat isolasi untuk pasien Covid-19 sebanyak 52 tempat tidur, masing-masing di BLK sebanyak 42 unit dan di RSUD Moh Zyn sebanyak 10 unit.

Baca juga  Sumber Anggaran Jelas, Lokasi Rehab Sekolah di Sampang belum Ditentukan

Mengenai ketersedian alat pelindung diri (APD) dan tenaga medis yang menangani pasien Covid-19, baik di BLK dan RSUD, hingga kini diklaim masih cukup. Khusus yang di RSUD menggunakan tenaga medisnya sendiri, sedangkan yang bertugas di BLK, selain dari RSUD, sebagain juga mengambil dari puskesmas.

“Pasien yang dirawat isolasi di BLK dan RSUD sekitar 12 orang, PDP dan terinfeksi, karena sebagian pasien Covid-19 ini ada yang diisolasi mandiri di rumahnya sendiri, bahkan rawat isolasi di daerah lain,” terangnya.

Terkait peningkatan pasien Covid-19 di Sampang yang cukup siknifikan,kata Agus, lantaran tingkat kesadaran masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan relatif rendah, semisal wajib pakai masker, jaga jarak, tidak berkrumun dan di rumah saja kerap diabaikan oleh mayoritas warga Sampang dan sebagian besar daerah di Indonesia. (sub/waw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan