Kasus Dana Kapitasi, Kejari Panggil 24 Saksi

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kasus dugaan adanya penggelembungan penerima dana kapitasi terus bergulir. Hingga kemarin, Senin (20/1) pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan telah melakukan pemeriksaan kepada 24 saksi yang berasal dari Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kepala Puskesmas beserta bendaharanya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Humas Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana. Ia mengatakan, kendati sudah memanggil 24 saksi, saat ini masih terkendala dengan adanya MoU antara APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah) dengan Aparat Penegak Hukum (APH). Sehingga, kasus tersebut masih belum bisa dilanjutkan.

“Belum tahap penyelidikan, karena MoU belum dilakukan oleh bidang intelejen,” tambahnya.

Selain itu, lelaki kelahiran Bali ini mengungkapkan, masih ragu apakah kasus ini dinaikkan dalam tahap penyidikan atau langsung penyelidikan. Dirinya mengatakan, masih menunggu tahapan petunjuk dari pimpinan baru Kejari.

“Kasus ini akan kita telaah lagi seperti apa, apakah langsung masuk penyelidikan atau naik tahap penyidikan dulu,” ujarnya.

Indikasi manipulasi data penerima dana kapitasi di Bangkalan ini terus mencuat. Hal itu terjadi setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, memanggil sejumlah kepala puskesmas, lantaran menemukan data antara jumlah penerima dengan jumlah penduduk yang tidak sinkron.

Sementara itu, temuan yang terjadi di Puskesmas Kokop, penerima dana tersebut tidak sesuai. Yakni penerima dana kapitasi di Kecamatan Kokop melebihi masyarakat yang tinggal di sana. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *