Kasus Dana Kapitasi Puskesmas Kokop di Bangkalan Dihentikan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MENJELASKAN) VISIONER: Kasi Intel Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana,  saat memberikan keterangan tentang kasus dugaan dana kapitasi Puskesmas Kokop di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Kasus dana kapitasi Puskesmas Kokop di tahun 2019 lalu, belum ada kejelasan mengenai perkembangannya. Padahal, kasus yang sempat ramai di perbincangkan lantaran sebelumnya ada dugaan kerugian negara. Bahkan, sudah mendapatkan laporan pertanggungjawaban dari instansi terkait.

Kasi Intel Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana mengaku, kasus tersebut memang pernah dilaporkan ke instansinya pada tahun 2019. Bahkan, hingga saat ini sudah memeriksa 24 kepala puskesmas (kapus). “Iya dulu memang saya terima laporannya tahun 2019 lalu,” ujarnya, Kamis (1/7/2021). 

Menurutnya, kasus kapitasi puskesmas masih dalam tahap penyelidikan. Sebab, sebelumnya terdapat ketidaksamaan antara data yang ada di puskesmas dengan data masyarakat yang menerima dana kapitasi. “Itu hanya kesalahpahaman, karena kemudian inspektorat juga melakukan penyelidikan,” paparnya.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan belum ditemukan adanya kerugian negara. Sehingga, tahapannya belum dinaikkan ke tahap penyidikan. Bahkan, setelah dilaporkan tidak ada temuan untuk menindaklanjuti kasus tersebut. “Karena tidak ada temuan, kami tidak melanjutkan kasus itu,” tegasnya. 

Berdasarkan laporan dari Inspektorat, kasus itu sudah sesuai dengan laporan pertanggungjawaban. Sehingga dianggap, tidak ada unsur kerugian uang negara yang dimanfaatkan oleh pejabat. “Kalau ada temuan, pasti kami proses, tapi karena tidak ada, ya statusnya tidak kami lanjutkan,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Bangkalan Inspektur Joko Supriyono menyampaikan, bahwa kasus kapitasi Puskesmas Kokop selesai. Sebab, meski sudah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan kerugian negara. “Sudah lama itu, semua laporan sudah sesuai dan dipertanggungjawabkan. Itu memang awalnya kesalahpahaman, tapi tidak ada unsur kesengajaan,” tukasnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *