Kasus Dugaan Jual Beli Tanah Percaton Buram

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Bangkalan– Kasus dugaan jual beli tanah kas desa atau tanah percaton masih belum menemui titik terang. Bahkan, kasusnya kini belum juga ada perkembangan setelah masuk tahap penyidikan. Hingga kini, mantan Kepala Desa (Kades) Petapan, Kecamatan Labang juga belum dijemput oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan. Padahal ia sudah mangkir dari pemanggilan Kejari lebih dari 3 kali.

“Belum, belum kita jemput,” kata Kepala Seksi (Kasi) Intel Putu Arya Wibisana, Minggu (26/1).

Saat ditanya perkembangan kasus tersebut, Putu enggan memberikan keterangan lebih detail. Ia tidak memberitahukan apakah ada tambahan saksi maupun bukti-bukti baru mengenai dugaan kasus jual beli tanah kas desa ini. Ia hanya menjelaskan, kasus ini tengah ditangani Kasi Pidana Khusus (Pidsus).

“Saat ini masih terus ditangani pidsus,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Iqbal Firdaosi menyampaikan, untuk kasus tanah percaton memang belum ada penetapan tersangka. Namun, mengenai mantan kades yang mangkir dari pemanggilan hingga 3 kali tersebut, ia menjelaskan, akan ada upaya-upaya paksa untuk datang ke Kejari memberikan keterangan mengenai hal tersebut.

“Ada, ada upaya-upaya paksa yang akan kita lakukan nantinya untuk oknum-oknum yang mangkir dari pemanggilan,” paparnya.

Dirinya menambahkan, untuk perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini, ia masih menunggu perintah dan arahan dari pimpinan kejari yang baru.

Diketahui, kasus dugaan jual beli tanah kas desa ini diduga dijual ke pihak swasta. Di mana lokasi tersebut berada di sekitar kawasan kaki jembatan Suramadu. Dengan luas sekitar kurang lebih 12.400 meter persegi. Tanah tersebut dijual Rp800 hingga Rp1 juta permeter persegi pada tahun 2012 lalu. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *