Kasus Dugaan Pencemaran HMI Berlanjut, Pelapor Tolak Mediasi

  • Whatsapp
(KM/ISTIMEWA) BELUM TUNTAS: Aktivis HMI saat mendatangi Polres Bangkalan untuk menyampaikan laporan.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Pernyataan Wakil Rektor (Warek) III Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Agung Ali Fahmi yang dinilai melecehkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), belum sepenuhnya tuntas. Pasalnya, mediasi yang dilakukan pihak kampus dengan aktivis HMI sebelumnya, belum menemui titik terang.

Hingga akhirnya, laporan ke kepolisian yang dilayangkan oleh aktivis HMI ke Polres Bangkalan terus dikembangkan. Kini, laporan tersebut sudah masuk tahap penyidikan.

Hal tersebut diungkap oleh kuasa hukum pelapor, Arif Sulaiman, polisi telah memeriksa empat saksi atas kasus dugaan pencemaran nama baik HMI tersebut.

“Kasusnya masuk tanggal 18 September 2019, sekarang sudah naik ke tahap penyidikan. Kemarin itu masih proses pengaduan, maka dilakukan penyelidikan,” katanya.

“Info dari penyidik, saksi ahli juga sudah diperiksa dan per tanggal 20 Januari 2020 perkara ini mulai disidik,” tambahnya.

Menurut Arif, laporan itu tetap dilanjutkan, sebab memang benar murni keinginan dari aktivis HMI sendiri.

Dalam perkara itu, pelapor dengan atas nama Efendi Pradana yang merupakan ketua HMI Cabang Bangkalan menyatakan, meski dari pihak terlapor meminta mediasi, pihaknya akan menolak.

“Kalau dari klien sendiri yakni dari teman-teman HMI ingin Warek III UTM Agung untuk dikeluarkan dari kampus. Sebab, sudah mencoreng nama HMI. Dan satu-satunya tetap menempuh jalur hukum ini. Proses hukum ini tetap berlanjut sampai ada putusan dari pengadilan,” terangnya.

Sebelumnya, aksi tersebut berangkat karena beredarnya screenshoot percakapan di group IKA PMII KOM UTM. Dalam group internal tersebut, Agung dengan nomor 081330xxxxx mengirim sebuah link berita dengan judul ‘Sejumlah Kader IMM dan Wapresma Usir PMII dan HMI dari Kampus Muhammadiyah’

Berikutnya ia menanggapi berita itu dengan tulisan, “Itu baru benar…… bahwa kampus UNMUH ya khusus Muhammadiyah… HMI itu gak punya induk, ibunya ‘Masyumi’ sudah wafat… Yatim Piatu… mumpung masih bulan Muharram kalau ketemu anak HMI elus kepalanya.”

Dari situ, aktivis HMI geram dan merasa bahwa Agung Ali Fahmi telah merendahkan nama HMI.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobranapraja belum bisa memberikan keterangan mengenai kasus ini apakah sudah masuk tahap penyidikan atau belum. Dia akan mengkroscek terlebih dahulu.

“Sebentar saya cek dulu ya,” ucapnya.

Namun, hingga berita ini diturunkan, baik dari AKP Agus Sobranapraja atau Rektor UTM Moh. Syarif dan Warek III UTM Agung Ali Fahmi belum memberikan keterangan lebih lanjut saat dihubungi melalui via seluler dan WhatsApp. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *