Kasus Infeksi Covid-19 Menurun, RSUD SMart Hanya Rawat 30 Pasien

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MELANDAI: Pasien terinfeksi Covid-19 yang dirawat di  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan hanya tersisa 30 orang.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Pengaruh pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Pamekasan dinilai cukup berhasil menurunkan pasien terinfeksi Covid-19. Hal tersebut dibuktikan dari jumlah pasien terinfeksi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan yang semakin menurun. Sebelumnya, rumah sakit tersebut merawat seratus lebih pasien Covid-19, kini hanya tersisa 30 pasien.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD SMart dr. Syaiful Hidayat menjelaskan, dari 30 orang pasien terinfeksi Covid-19 tersebut, hanya tersisa enam orang yang mengalami gejala berat dan sedang diisolasi di ruang intensive care unit (ICU) untuk menerima perawatan intensif.

Bacaan Lainnya

“Kapasitas ruang ICU itu delapan bed. Tapi masih isi enam orang,” ucap Syaiful.

Sementara itu, tempat tidur yang disediakan di RSUD SMart saat ini hanya berjumlah 74 unit. Sebelumnya, 91 unit bed disediakan untuk menampung ledakan pasien Covid-19 pada kasus Covid-19 gelombang kedua yang diyakini akibat wabah Covid-19 varian Delta. Namun, hal itu belum cukup, sebab masih perlu mendirikan tenda darurat di depan rumah sakit.

Sementara itu, tenaga kesehatan (nakes) yang ditugaskan menangani pasien Covid-19 di RSUD SMart masih berjumlah 60 orang. Pihaknya juga akan mengurangi jumlah nakes, mengingat kasus Covid-19 di RSUD SMart sudah melandai.

“Kalau oksigen, kami punya mesin produksinya sendiri. Jadi tidak akan kehabisan oksigen,” ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Yayak itu mengatakan, melandainya kasus Covid-19 ini bisa karena dipengaruhi penerapan PPKM yang terus diperpanjang. Namun demikian, dia menilai, sesuatu yang lebih esensial dalam penerapan PPKM yaitu kedisiplinan mengikuti protokol kesehatan (protkes).

“Protkesnya ini yang penting. Meski PPKM kalau tidak mengikuti protkes, ya percuma,” pungkasnya. (ali/maf)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *