Kasus Jaring Trawl di Perairan Bangakalan, Dituntut 8 Bulan Penjara

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) PROTES: nelayan dari Arosbaya yang mengawal persidangan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Sidang tuntutan terhadap nelayan luar Bangkalan yang tertangkap menggunakan jaring trawl di perairan Bangkalan telah digelar. Dalam persidangan tersebut jaksa penuntut umum (JPU) menuntut 8 bulan penjara.

Tuntutan 8 bulan tersebut, dirasa terlalu ringan dan tidak sesuai dengan pasal yang didakwakan, yakni pasal 85 maksimal 5 tahun atau denda 2 miliar.

Bacaan Lainnya

“Ini kurang maksimal tuntutannya, karena ada pasal 85 nya. Jangan diutamakan di pasal 100 B, ini bukan tindak pidana ringan karena sudah berulang kali dilakukan,” kata kuasa hukum para nelayan Bangkalan Hendrayanto.

Menurut lelaki yang kerap disapa Hendra itu, pihaknya juga merasa kecewa atas persidangan itu. Pasalnya persidangan yang telah dilakukan pada Kamis (27/11/2020) pihaknya tidak dilibatkan.

“Kami merasa kecewa, karena kami sudah datang jauh-jauh dan menunggu sejak pagi waktu itu, tapi malah ditinggal. Tiba-tiba sudah selesai,” katanya dengan nada kecewa.

Sementara itu Kepala Pengadilan Negeri Bangkalan Maskur Hidayat menyampaikan, bahwa persidangan yang berlangsung kemarin itu dilakukan terbuka. Sehingga tidak ada yang ditutup-tutupi. Proses persidangan sudah disesuaikan dengan jadwal persidangan.

“Sidang dilaksanakan terbuka, saya liat temen-temen yang mau melihat jalannya persidangan yang telat datang. Sidang pembacaan tuntutan itu prosesnya lama, mereka yang terlambat datang ke ruang persidangan,” ungkapnya.

Maskur menegaskan, jika keinginannya untuk mengikuti jalannya persidangan, maka ia menyarankan agar masyarakat langsung menunggu di ruang persidangan.  Hal itu diharapkan agar pada persidangan selanjutnya bisa mengikuti dari awal sampai selesai.

“Kalau hendak mengikuti persidangan, saya harap agar bisa mengikuti jalannya sidang,” tukasnya. (ina)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *