oleh

Kasus Jual Beli Tanah Percaton di Bangkalan Masih Stagnan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kasus dugaan jual beli tanah percaton yang ada di Kecamatan Labang, Bangkalan hingga saat ini belum ada perkembangan. Pasalnya, hingga kini pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan masih menunggu proses perdata.

Hal tersebut diungkapkan langsung olek Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, Iqbal Firdaosi.

Dikatakan, kasus ini bermula saat sertifikat beralih ke pihak swasta. Diduga tanah kas desa ini dijual ke pihak swasta. Lokasinya berada di sekitar kawasan kaki jembatan Suramadu. Dengan luas sekitar kurang lebih 12.400 meter persegi. Tanah tersebut dijual dengan harga Rp800 hingga Rp1 juta per meter persegi pada tahun 2012 lalu.

“Prosesnya saat ini masih dalam tahap perdata, kita masih menunggu hasil itu. Saat ini yang saya tau itu, pihak penggugat masih mengajukan saksi,” terangnya.

Mengenai saksi yang diajukan oleh penggugat, Iqbal mengaku kurang begitu pasti dari mana. Proses perdata itu pihaknya mengaku, masih berjalan. Sehingga, jika belum selesai proses perdata tersebut, dirinya belum bisa melakukan pengembangan kasus itu.

“Perdatanya tetap berjalan, tapi kami masih menunggu prosesnya itu seperti apa. Kalaupun nanti itu, putus. Kami lihat, apakah si penggugat atau si tergugat yang menang,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Iqbal, dengan selesainya proses perdata karena pihaknya akan melihat proses hukumnya terlebih dahulu atas putusan itu. Maka, saat ini pihaknya masih belum bisa melakukan pengembangan lebih lanjut lagi.

Sebelumnya, mantan kepala Desa (Kades) Petapan, Kecamatan Labang sempat dipanggil oleh Kejari Bangkalan. Namun, ia tak kunjung memenuhi panggilan tersebut beberapa kali.

“Tunggu putusan dulu seperti apa,” tukasnya. (ina/waw)

 

Komentar

News Feed