oleh

Kasus Kambing Etawa, Kejari Bangkalan Telaah Hasil Kasasi

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Kasus pengadaan kambing etawa belum berakhir. Pada kasus ini memutuskan dua terdakwa divonis 4 tahun dan 6 bulan, dengan denda sebesar Rp100 juta dan subsider 1 bulan kurungan. Vonis ini  lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni masing-masing dituntut 6 tahun 6 bulan penjara serta denda sebesar Rp 300 juta dan subsider 3 bulan.

Selain itu, kedua terdakwa harus membayar uang pengganti (UP), untuk Syamsul Arifin sebesar Rp3,7 miliar dan Mulyanto Dahlan sebesar Rp4,6 miliar. Vonis tersebut, keduanya mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung (MA).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangkalan Candra Saptaji, saat dimintai keterangan terkait perkembangan lanjutan kasus itu enggan memberikan hasil kasasi tersebut. Hanya saja berjanji akan terus mengawal kasus tersebut sampai tuntas.

“Dalam waktu dekat akan kami buatkan rilis, hasilnya sudah keluar waktu awal saya menjabat di Kejari Bangkalan,” janjinya.

Kata dia, hasil kasasi tersebut sudah keluar awal Maret, serta pihaknya sudah menerima salinan resmi dari MA. Mantan Kajari Aceh ini mengungkapkan, alasan dia enggan menjelaskan perkembangan kasus itu, pihaknya masih baru dan masih mendalami kasus itu. Dia meminta, agar menunggu terlebih dahulu mengenai hasil dari MA itu.

“Yang jelas tetap akan kami kawal, kasus akan tetap berjalan,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, agar kedua terdakwa kooperatif mengenai hasil putusan MA nanti. Kapan pihaknya akan mengungkap hasil kasasi keduanya? Dia juga masih enggan menjelaskan kapan waktunya. Dia hanya mengakui, bahwa hasilnya akan dikembalikan ke tuntutan awal yakni hukuman 6,6 tahun penjara.

“Dalam waktu dekat ini akan segera kami eksekusi putusannya,” terangnya.

Sementara itu, apakah ada bidikan tersangka baru dalam kasus itu. Candra masih belum bisa menjawab itu. Dia hanya menyampaikan, masih mendalami kasus itu.

“Saya juga baru disini, jadi saya pelajari dulu putusannya. Yang pasti sebagai eksekutor, akan segera kami eksekusi kasusnya karena memang kasusnya sudah lama,” tukasnya.

Sebelumnya, Kejari Bangkalan berjanji akan segera menetapkan tersangka lagi selain kedua mantan kepala dinas itu. Kasus pengadaan kambing etawa ini, tim Pidsus Kejari Bangkalan berhasil mengungkap lalu menyeret Syamsul Arifin selaku Kepala Dinas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan dan Mulyanto Dahlan selaku mantan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bangkalan.

Kedua terdakwa ini diduga telah melakukan korupsi dana pengadaan kambing etawa tahun anggaran 2017. Pengadaan kambing etawa tersebut merupakan program yang melekat di BPKAD. Di mana setiap desa dianggarkan sebesar Rp33.750.000, dengan nilai rincian Rp13.750.000 untuk pembelian empat kambing etawa betina termasuk didalamnya Rp800 ribu untuk biaya transport.

Dalam perkara ini pihak Kejari Bangkalan telah memeriksa sekitar 220 saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kambing etawa senilai Rp9,2 miliar lebih tersebut. (ina/mam)

Kasus Korupsi Kambing Etawa

-Dua terdakwa divonis 4 tahun dan 6 bulan, dengan denda sebesar Rp100 juta dan subsider 1 bulan kurungan.

-Vonis ini  lebih ringan dari tuntutan JPU, yakni masing-masing dituntut 6 tahun 6 bulan penjara serta denda sebesar Rp 300 juta dan subsider 3 bulan.

-Kedua terdakwa harus membayar UP, untuk Syamsul Arifin sebesar Rp3,7 miliar dan Mulyanto Dahlan sebesar Rp4,6 miliar.

-Vonis tersebut, keduanya mengajukan kasasi kepada MA.

 

Komentar

News Feed