Kasus Kapitasi Puskesmas Robatal Tunggu Hasil Audit BPKP

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) JANGGAL: Hasil gelar perkara kasus dugaan korupsi dana jaspel tidak ditemukan pelanggaran hukum.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Penanganan kasus dugaan pemotongan dana kapitasi untuk honor jasa pelayanan (jaspel) tenaga kesehatan di Puskesmas Robatal masih berlanjut. Hingga saat ini, polisi masih menunggu tim audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur.

Kasus yang ditangani Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sampang tersebut, terpaksa harus menggunakan tim audit. Sebab, sebelumnya sempat dilakukan gelar perkara, namun tidak menemukan unsur pelanggaran hukum.

Bacaan Lainnya

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang melalui Kanit III Tipikor Ipda Indarta Hendriansyah mengungkapkan, hasil audi nanti akandiketahui hasil evaluasi keuangannya. Sebab sebelumnya tidak ada bukti pelanggaran hukum saat dilakukan gelar perkara.

Pihaknya mengaku, sebelumnya sudah mengajukan permohonan audit. Sehingga diprediksi, dalam waktu dekat akan dilakukan audit. Hasilnya akan akan dievaluasi oleh polisi yang selama ini menangani kasus itu.

“Kami menunggu hasil audit nantinya. Sehingga, akan diketahui hasil audit yang akan dilakukan tim profesional,” ucapnya.

Soal pemeriksaan saksi, Ipda Indarta mengaku sudah memeriksa sedikitnya 20 orang. Namun setelah digelar perkara, tidak ditemukan adanya kesalahan.

Selama penyelidikan, polisi sebagian besar memeriksa sejumlah pegawai di internal Puskesmas Robatal, termasuk sejumlah penerima.

Data yang dihimpun Kabar Madura, dugaan pemotongan dana kapitasi diduga dilakukan oleh beberapa oknum di Puskesmas Robatal. Disinyalir dana itu dikurangi sebesar 13 persen. Sehingga penerima honor jaspel sebanyak 44 orang tidak menerima honor secara utuh.

Kasus itu diungkap oleh salah seorang penerima. Diakui bahwa pemotongan honor setiap penerima sebesar 13 persen. Pemotongan dilakukan oleh oknum dengan alasan untuk uang partisipasi pembayaran tenaga sukarelawan.

Anehnya, justru terungkap masih banyak tenaga sukarelawan atau sukwan tidak menerima dana partisipasi. Sehingga diduga kuat, pemotongan honor jaspel dinikmati beberapa oknum di Puskesmas Robatal.

Rata-rata pemotongan dana jaspel sebesar Rp400 ribu dari setiap penerima honor. Penerima yang seharusnya menerima Rp2,9 juta, maka dengan adanya pemotongan menjadi Rp. 2,5 juta.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Agus Mulyadi belum menanggapi kasus tersebut. Berusaha dikonfirmasi ke meja kerjanya tidak berhasil. Bahkan berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak ada tanggapan. (man/waw)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *