Kasus Kekerasaan Seksual di Sumenep Marak

  • Bagikan
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERGEGAS: Kasus asusila, pencabulan, kekerasan pada anak wajib dibasmi, legislatif meminta agar dinas terkait serius melakukan sosialisasi dan pencegahan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Kasus kekerasan seksual pada anak dan perempuan di Sumenep masih marak. Maraknya kasus kekerasan seksual itu dari tahun 2019 sampai 2020 mengalami peningkatan. Bahkan catatan terakhir tembus 37 kasus.

Maraknya kasus kekerasan seksual itu menjadi atensi Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep M Syukri, kasus asusila menjadi perhatian pemerintah. Dengan demikian, dapat meminimalisir kasus anak. Terlebih kasus yang ditangani Polres Sumenep.

“Meningkatnya kasus asusila ini jangan dijadikan masalah berkepanjangan. Bahkan, terus meningkat,” katanya, Kamis (28/1/2021)

Dia menjelaskan, persoalan kasus asusila jika dari tahun tidak ada penurunan, terlebih dari tahun 2019 hingga tahun 2020. Sehingga, harus ada perhatian yang serius.

“Ini PR (perumahan rumah) besar bagi dinas terkait untuk melakukan pencegahan,” tandasnya.

Menurutnya bukan hanya dinas terkait. Tokoh agama juga sangat memiliki peran penting, termasuk pihak kepolisian sebagai penegak hukum. “Kalangan mahasiswa maupun masyarakat perlu juga memperhatikan,” tegasnya.

Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, kasus asusila cenderung meningkat, pada tahun 2019 kasus asusila pada pencabulan ada 10 dan tahun 2020 sebanyak 18, kasus perzinahan 2019 ada 3 dan pada tahun 2020 sebanyak 4.

“Memang kasus asusila masih meningkat,” ucapanya.

Dikatakannya, tingginya kasus asusila telah menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda di Sumenep. Tidak seharusnya asusila terjadi, masa depan mereka jadi rusak gara-gara perbuatan pelaku yang hanya mementingkan kenikmatan sesaat. “Kami akan terus tindak siapapun yang melakukan hal yang tidak terpuji,” ujarnya

Sebelumnya, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sumenep Diana Agus Sulistyowati mengatakan, kasus kekerasan seksual pada anak serta pada perempuan masih marak. Bahkan, meningkat dari tahun 2019 hingga 2020.

Baca juga  Abaikan Protokol Covid-19, Konser Musik dan Talk Show yang Dihadiri Istri Bupati Bangkalan Dibubarkan

“Pada tahun 2019 sebanyak 27 kasus dan pada tahun 2020 terdapat 37 kasus kekerasan seksual pada anak serta perempuan,” paparnya.

Banyaknya kasus menjadi evaluasi bersama. Ia berharap agar semua pihak ikut terlibat dalam pencegahannya. Diakuinya tanpa kerja sama semua kalangan tidak mungkin pemerintah berjalan maksimal dalam hal pengawasan.

“Setidaknya masyarakat membantu untuk meminimalisir kasus,” pungkasnya. (imd/mam)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan