Kasus Kekerasan Anak di Pamekasan Didominasi Bentuk Pelecehan Seksual

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) MENGKHAWATIRKAN: DP3AP2KB Pamekasan mencatat 14 kasus kekerasan anak di Pamekasan didominasi bentuk pelecehan seksual.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Dinas Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan keluarga berencana (DP3AP2KB) Pamekasan mencatat, ada 14 dominasi kasus pelecehan seksual kepada anak pada tahun 2021. Untuk kasus perempuan dan anak di tahun 2021, totalnya ada 37 kasus.  Sedangkan kasus perempuan dan anak di tahun 2020 40 kasus.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) DP3AP2KB Pamekasan Abrari Rais, penyebab dominasi kasus kekerasan kepada anak adalah pergaulan bebas yang lepas dari pantauan orang tua. Sehingga banyak kejadian yang tidak terkontrol, sedangkan untuk kasus kekerasan pada perempuan didominasi oleh kasus penelantaran, disebabkan semakin terhimpitnya perekonomian masyarakat dengan adanya Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Per Oktober kemarin, kasus perempuan dan anak yang terjadi kemari nada 37 kasus, kalau sebelumnya ada sekitar 40 sekian, jadi cenderung menurun,” paparnya, Rabu (24/11/2021).

Abrori menjelaskan, untuk menekan kasus perempuan dan anak, sudah dilakukan berbagai koordinasi dan kerja sama dengan semua pihak, termasuk dengan berbagai lintas sektor, utamanya dalam menggencarkan berbagai sosialisasi kepada sekolah-sekolah atau melalui institusi tertentu dalam memberikan penyadaran kepada anak.

Bahkan, untuk memaksimalkan pengawalan dalam menekan kasus, sudah dibentuk khusus pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak.

“Untuk penanganan kasus tersebut kami bekerjasama dengan para ahli, di bidang hukum, di bidang psikologi, kemudian ahli di bidang sosial, jadi sesuai sesuai dengan kebutuhan anak yang bersentuhan dengan hukum,” ulas Abrari.

Dia menginginkan keterlibatan masyarakat dengan cara saling memberi pengertian antara satu dengan yang lainnya, supaya dari bisa terbebas Pamekasan bisa terbebas dari kasus kekerasan perempuan dan anak.

“Langkah konkret kami akan terus dilakukan, dengan bersinergi dengan semua pihak.” urainya.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A. Husna

.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *