Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Bangkalan Tinggi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) RAMAI: Terlihat pegawai keluar dari kantor Dinas Kesehatan Bangkalan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Kasus kematian ibu dan bayi di Bangkalan terbilang tinggi. Bahkan tahun ini angkanya cenderung naik dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut terlihat dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan tahun 2020, tercatat angka kematian ibu (AKI) ada 13 kasus dan angka kematian neonatus (AKN) 150 kasus.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Dinkes Bangkalan Zuhdi mengatakan, tahun 2019 dimana hanya 11 AKI dan 142 AKN yang terdata di Dinkes Bangkalan.

Bacaan Lainnya

“Dan ini memprihatinkan sekali. Sebab jika ada 11 ibu hamil meninggal secara statistik neonatusnya ada 30 an yang meninggal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zuhdi menjelaskan, pihaknya sedang melakukan kajian dengan dokter di Surabaya terkait penyebab tingkat kematian ibu dan bayi tinggi. Hasil kajian tersebut, Zuhdi mengungkapkan akibat beberapa faktor.

Antara lain pendarahan, tekanan darah tinggi, ada rahimnya yang robek dan emboli ketuban atau air ketuban yang masuk ke kewat pembuluh darah. Sebab, hal yang paling susah diatasi dan dicegah adalah jika ibu hamil mengalami emboli.

“Kami sedang membahas untuk mencegah adanya emboli,” tuturnya.

Sedangkan, untuk menimalisir semakin meningkatnya angka AKN dan AKI. Zuhdi mengaku, sudah melakukan instruksi kepada ibu hamil agar memeriksakan kandungannya pada bidan atau petugas yang kompeten di bidangnya. Bahkan dia menyebut, ibu hamil harus melakukan pemeriksaan minimal 4 kali selama kehamilannya.

“Sekarang minimal 6 kali,” jelasnya.

Dia juga meminta pada ibu hamil agar melakukan persalinan di bidan atau dokter yang ahli di bidangnya. Katanya, jangan sampai persalinan dilakukan bukan pada ahlinya. Karena itu resikonya cukup tinggi mengalami AKI dan AKN.

“Kalau tidak mampu kami sudah mempersiapkan jaminan persalinan (Jampersal),” tandasnya.

Data Kematian Ibu dan Bayi di Bangkalan 3 Tahun Terakhir :

– 2018

AKI 11 dan AKN 134

-2019

AKI 11 dan AKN 142

-2020

AKI 13 dan AKN 150

Sumber: Dinkes Bangkalan

(ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *