oleh

Kasus Kredit Fiktif BRI Bangkalan Tunggu Pelimpahan Berkas

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Kasus pemalsuan dokumen kredit yang dilakukan oleh salah satu pegawai bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Bangkalan telah dijemput oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) beberapa waktu lalu. Namun, hingga sekarang berkas tersangka tak kunjung dilimpahkan.

Kepala Kejari Bangkalan Emanuel Ahmad melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Hendrawan mengungkapkan, pelimpahan akan dilakukan minggu depan. Dia menjelaskan jika  berkas sudah lengkap, sehingga tinggal menunggu waktu dalam pelimpahannya.

“Kalau berkasnya sudah lengkap semua,” ujarnya, Selasa (17/11/2020).

Lebih lanjut dia menerangkan, sejauh ini perkembangan kasus pihaknya masih menetapkan satu tersangka. Dikatakannya belum ada target untuk menetapkan tersangka baru.

“Baru minggu depan baru kami limpahkan ketika tidak ada halangan,” terangnya.

Tersangka kasus pemalsuan dokumen perkreditan oleh mantan karyawan bank BRI itu berinisial FPW, Kasi Intel Putu Arya Wibasana menyampaikan, minggu lalu masih tahap I. Sehingga, perlu tahapan berikutnya untuk bisa dilimpahkan.

“Kemarin masih pelimpahan berkas dari jaksa ke peneliti,” jelasnya.

Pihaknya berjanji dalam waktu dekat ini akan segera melimpahkan berkas P21 ke Pengadilan Negeri Bangkalan. Untuk pasal yang dikenakan terhadap tersangka yakni masih sama terduga korupsi.

“Penyidik dari kami, biasanya kami koordinasinya lebih cepat untuk menyempurnakan berkasnya agar segera dilimpahkan,” tuturnya.

Sekedar diketahui, jika modus yang dilakukan tersangka dengan cara memasukkan data-data nasabah untuk membuat kredit fiktif. Nasabah-nasabah ini adalah nasabah pensiunan. Ada 12 nomor rekening yang dimasukkan dalam data nasabah kredit fiktif itu. Akibatnya menyebabkan kerugian negara sekitar Rp584 juta. (ina/mam)

 

Komentar

News Feed