oleh

Kasus Pademawu, Bawaslu Beri Angin Segar

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Puluhan massa Aliansi Pejuang Demokrasi (ARPD) melakukan aksi didepan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pamekasan, Kamis siang (2/5) sekitar jam 11.15 WIB.

Mereka mencurigai ada ketidaksesuaian hasil dari prolehan suaran di masing-masing  tempat pemungutan suara (TPS).Hal itu terbukti pada hitung ulang pada tanggal 1  Mei  di TPS 11 dan 14 Desa Barurambat Timur Kecamatan Pademawu.

Kecurigaan itu diungkapkan oleh Nor Faisal selaku koordinator lapangan dalam aksi tersebut. Dia menuding ada permainan antara panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pengawas kecamatan (panwascam) dalam rekapitulasi perolehan suara ditingkat kecamatan.

“Kami minta hitung ulang surat suara di sejumlah di TPS Kecamatan Pademawu lantaran diduga PPK dan Panwascam melakukan kecurangan, seperti pengelembungan suara dan sejumlah logistik sudah tidak ada sebelum rekapitulasi selesai,” tuturnya.

Hitung ulang yang ditunda selama 2×24 jam itu, jadi alasan massa datangi Bawaslu, karena selama penundaan, panwascam dinilai ada kesan pembiaran.Penghitungan ulang pada TPS 11 dan 14 yang hasilnya mencengangkan, karena perolehan suara TPS itu jauh berbeda dari form C1 berhologram. Hasilnya, hampir seluruh caleg ada yang berkurang dan bertambah.

“Proses rekap yang alot dan pending berkali-kali, pending pertama itu hampir 2×24 jam PPK hanya menyelesaikan rekap 5 desa dari 22 desa, dan panwascam itu tidak memberikan respon apa-apa, membiarkan saja mengalir begitu saja,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bawsalu Pamekasan Abdullah Saidi mengungkapkan, ada potensi penghitungan ulang kembali dalam masalah tersebut. Namunjika dilaporkan kepihaknya sesuai dengan prosedur dan mempunyai cukup bukti. Namun tetap berdasar peraturan perundang-undangan.

“Jika cukup bukti, bawaslu provinsi akan memproses, walaupun sudah nyampek ditingkat provinsi,ada potensi hitung ulang” ungkapnya. (km47/waw)

 

Komentar

News Feed