Kasus Pasar Pragaan Berpotensi Menyeret Pihak Baru

  • Whatsapp
BERBAJU ORANGE: Tersangka kasus renovasi Pasar Pragaan saat digiring di Kejari Sumenep.

Terdakwa Kasus Pasar Pragaan Sebut PNS  

Kabarmadura.id/SUMENEP-Kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek renovasi Pasar Pragaan yang menetapkan tersangka Baburrahman sebagai kontraktor dan Koko Andryanto sebagai konsultan pengawas akan memasuki sidang kelima, Kamis (21/3) minggu mendatang.

Menariknya, dalam proses sidang keempat, salah satu dari empat orang yang kini berstatus terdakwa itu, menyebut ada keterlibatan oknum PNS di lingkungan Dinas PU Bina Marga Sumenep.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep Herpin Hadat mengatakan, dalam sidang ke empat, di depan masjlis hakim, Baburrahman mengku ketika melakukan pelakanaan proyek, ia bekerja sama dengan oknum PNS PU Bina Maarga berinisial ZR.

“Pada sidang sebelumnya JPU sudah menghadirkan 20 saksi dan satu orang ahli yang semuanya memberikan keterangan, yang pada intinya memberatkan dan membuktikan kesalahan terdakwa,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pada hari Kamis (21/3) nanti bisa dilihat, apakah terdakwa membuka fakta yang sebelumnya menyebut salah satu oknum PNS di lingkungan PU Bina Marga tersebut.

“Pada sidang sebelumnya PNS itu, juga telah dihadirkan dalam persidangan, tetapi berdarasarkan keterangan saksi, bahwa hanya sebatas menyiapkan tukang dan membantu membeli bahan bangunan,”ungkapnya.

Berdasarkan keterangan terdakwa di persidangan, kasus tersebut berpotensi adanya tersangka baru. Apakah oknum PNS yang disebut dalam persidangan akan terseret, Herpin berujar masih menunggu keputusan hakim.

“Pada intinya bahwa Baburrahman telah meminjam PT Bukidalam Barisani dengan membayar uang kepada pemilik PT Rp20 juta.” katanya.

Selain itu, konsultan pengawas Koko Andryanto rupanya juga meminjam CV dengan membayar uang Rp2.250.000.

“Barang bukti berupa uang yang telah dibagikan kepada pemilik PT dan CV, sudah disita  oleh penyidik dan JPU. Barang bukti itu juga diperlihatkan di persidangan,” katanya.

Sementara itu, kedua terdakwa saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Sumenep. (mun/rei)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *