Kasus Pemotongan Jaspel di Kabupaten Sampang Berlanjut, Kepolisian Menunggu Hasil Audi APIP

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) JANGGAL: Hasil gelar perkara kasus dugaan korupsi dana jasa pelayanan (Jaspel) belum ditemukan pelanggaran hukum.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Penanganan kasus dugaan pemotongan dana kapitasi, untuk honor jasa pelayanan (Jaspel) tenaga kesehatan di Puskesmas Robatal, Kabupaten Sampang berlanjut. Saat ini, penyidik menunggu hasil audit dari tim aparat pengawasan intern pemerintah (APIP). Hal tersebut diungkapkan, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz, melalui Kanit III Tipikor Ipda Indarta Hendriansyah, Minggu (03/01/2021).

Menurutnya, permintaan audit dari tim APIP, lantaran dalam gelar perkara tidak ditemukan pelanggaran hukum. Sehingga, mengajukan permohonan audit dari internal pemerintah. Hingga saat ini, penyidik masih menunggu hasil audit. “Sudah kami lakukan permohonan, tinggal menunggu hasilnya,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Pihaknya menjelaskan, audit dibutuhkan untuk mengetahui adanya kerugian yang dilakukan oleh oknum pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes). Bahkan, hasil audit diperlukan dalam melanjutkan penyelidikan. Sehingga, jika ditemukan adanya pelanggaran hukum dalam hasil audit, akan membantu proses penyidikan.

“Apapun hasilnya tim audit ini, akan kami tunggu. Sehingga menjadi tambahan data dalam proses penyelidikan,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Indarta itu menuturkan, sejumlah saksi sudah diperiksa. Sedikitnya, sudah mengantongi keterangan 19 orang saksi. Selanjutnya, beberapa saksi lain akan diperiksa. Hanya saja, saat ini masih fokus menunggu hasil audit dari APIP.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Madura, dugaan pemotongan dana kapitasi dilakukan oleh beberapa oknum di Puskesmas Robatal. Disinyalir, dana itu dikurangi sebesar 13 persen. Sementara penerima honor jaspel sebanyak 44 orang, tidak menerima honor secara utuh.

Kasus itu diungkapkan oleh salah satu penerima. Diakui, jika pemotongan honor setiap penerima sebesar 13 persen. Pemotongan dilakukan oleh oknum dengan alasan untuk uang partisipasi pembayaran tenaga sukarelawan.

Sedangkan, diketahui masih banyak tenaga sukarelawan atau sukwan tidak menerima dana partisipasi. Sehingga diduga kuat, pemotongan honor jaspel dinikmati beberapa oknum di Puskesmas Robatal.

Rata-rata pemotongan dana jaspel sebesar Rp400 ribu dari setiap penerima honor. Penerima yang seharusnya menerima Rp2,9 juta, maka dengan adanya pemotongan menjadi Rp2,5 juta.

Pelaksana tugas (Plt) Kadinkes Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi belum menanggapi kasus tersebut. Upaya konfirmasi sudah dilakukan dengan berbagai  cara, mulai dari mendatangi langsung ke tempat mejanya hingga konfirmasi melalui saluran teleponnya. Hanya saja, nihil respon. (man/ito)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *