Kasus Pemukulan Kapus Robatal, IDI Sampang Dorong Proses Hukum

News218 views

KABARMADURA.ID | SAMPANG Dugaan penganiayaan terhadap Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Robatal saat audiensi di Kantor Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang beberapa waktu lalu mendapat perhatian serius dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat.

Ketua IDI Sampang, dr. Zakky Sukmajaya sangat menyayangkan atas insiden pemukulan terhadap Kapus Robatal atas nama dr. Beni Irawan yang merupakan anggotanya tersebut. Menurutnya, apapun alasannya tindakan pemukulan tetap tidak dibenarkan.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Adapun sikap IDI Sampang atas insiden tersebut, yakni melakukan pendampingan dan pembelaan hukum anggota dalam proses hukumnya. Mendorong agar proses hukum kasus ini berjalan dengan baik dan cepat dan mengupayakan bantuan perlindungan untuk korban dan keluarga kepada kepolisian dari ancaman kelompok pelaku pengeroyokan dan lainnya yang dianggap perlu.

“Yang pasti, IDI Sampang akan membantu dan melakukan pendampingan kepada anggota di jalur hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes KB Sampang dr Abdullah Nadjich juga menyesalkan kejadian pemukulan terhadap Kapus Robatal dr Beny Irawan yang terjadi di kantornya, Selasa (11/07/2023) lalu. Menurutnya, insiden itu dikhawatirkan bisa berdampak adanya rasa takut untuk melakukan pelayanan di puskesmas tersebut.

Baca Juga:  KNPI Sampang Menilai Disporabudpar Kurang Perhatian terhadap Organisasi Kepemudaan

Dia mengatakan, akibat aksi arogan masyarakat terhadap tenaga kesehatan itu akan menjadi hal buruk untuk Kabupaten Sampang. Bisa saja nanti, kata dia, dokter tidak akan mau bekerja di Sampang. Bahkan, dulu pernah terjadi hal serupa yang akhirnya, berdampak pada pengiriman dokter internship dibatalkan oleh pusat dan bisa dicitrakan dokter tidak aman bekerja di wilayah Sampang.

“Kami sangat menyayangkan insiden ini. Padahal kami bekerja keras untuk memperbaiki kesehatan di Kabupaten Sampang, tapi masih ada saja masyarakat yang seperti ini. Kami khawatir insiden ini bisa berdampak buruk bagi Sampang,” ungkap dr Nadjich kepada awak media.

Sebelumnya, Ketua Aliansi Pemuda Reformasi Zainullah menjelaskan kericuhan yang terjadi pada saat audiensi dengan pihak Dinkes terkait kasus dugaan perilaku tidak etis yang dilakukan oleh oknum dokter di Puskesmas Robatal Sampang.

Baca Juga:  Dikeluhkan Warga, Hasil Lab Incinerator RSMZ Sampang Dinyatakan Aman

Pada saat audiensi itu, pihaknya meminta Dinkes Sampang untuk memecat oknum dokter yang diduga berperilaku tidak etis dan melecehkan pasien tersebut. Namun, tuntutan tersebut belum diamini oleh Dinkes hingga terjadi adu argumen dan akhirnya berujung kericuhan.

“Tindakan yang dilakukan anggota kami ini dikarenakan saat dr. Beni Irawan mengklarifikasi yang seakan-akan menyatakan pihak pasien berbohong, sehingga keluarga korban merasa sakit hati. Kami harap insiden yang terjadi dalam proses audiensi ini tidak mengaburkan tuntutan kami,” terang Zainullah di sejumlah media.

Untuk diketahui, audiensi Aliansi Pemuda Reformasi Robatal sebagai tindak lanjut atas dugaan pihak Puskesmas Robatal yang tidak memberikan surat rujukan ke RSUD Mohammad Zyn Sampang kepada pasien yang seorang perempuan berusia 19 tahun. 

Perempuan itu sedang mengidap penyakit pusing hingga terkadang pingsang dan kondisi pasien tidak kunjung sembuh walaupun beberapa kali menjalani pengobatan medis.

Pewarta: Subhan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *