Kasus Pencabulan Masih Ditangani Polres, Inspektorat Memilih Kedepankan Praduga Tak Bersalah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) TERANCAM DIPECAT: Oknum ASN pelaku percobaan pemerkosaan terhadap anak tirinya sendiri terancam dicopot jabatannya.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Kasus percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kecamatan Proppo saat ini masih ditangani Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan. Percobaan pemerkosaan itu diduga dilakukan oleh pelaku kepada anak tirinya sendiri.

Karena dianggap tindakan tersebut telah melampaui batas, istri pelaku melaporkan suaminya ke Mapolres Pamekasan pada 19 Juli 2021 lalu. Tindakan pelaku dianggap bejat, karena yang dilecehkan merupakan anak kandungnya sendiri yang tidak lain merupakan anak tiri pelaku.

Meski laporan sudah masuk dengan nomor: TBL/B/304/VII/2021/SPKT/Polres Pamekasan/Polda Jawa Timur, namun sampai sejauh ini, pihak Polres Pamekasan belum memberikan keterangan ataupun rilis mengenai penanganan kasus yang melibatkan aparat negara tersebut.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Pamekasan Moh. Alwi menyampaikan, selama kasus tersebut masih ditangani  aparat penegak hukum (APH), pihaknya masih mengedepankan praduga tidak bersalah. Pihaknya akan terus menunggu proses hukum selesai hingga ke meja pengadilan.

“Itu menjadi dasar juga bagi kita untuk memberikan sanksi,” ucap Mantan Pj Bupati Pamekasan tersebut.

Kendati begitu, selama menunggu selesainya proses hukum, pihaknya akan mendorong pimpinan di wilayah Pemerintah Kecamatan Proppo, yaitu camat Proppo untuk melakukan pemeriksaan terhadap kasus yang menimpa aparatnya. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian akan dilaporkan kepada bupati Pamekasan.

“Baru nanti, pak bupati menyuruh kami (inspektorat, red) melakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Pria yang saat ini menjabat Ketua Cabang Olahraga (cabor) Persatuan Panah Tradisional Indonesia (Perpatri) Pamekasan itu menyebutkan, sanksi paling ringan yang akan dijatuhkan kepada pelaku akan berupa teguran. Namun, sanksi terberatnya yaitu pemecatan dari status kepegawaian dan pencopotan statusnya sebagai ASN.

“Bagaimana hasilnya nanti di polres, baru kita nanti lakukan pemeriksaan,” pungkas Alwi. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *