oleh

Kasus Penyebar Hoaks Covid-19 Ditangani Polres Pamekasan

Kabarmadura.id/Pamekasan–Kasus penyebaran berita bohong yang melibatkan salah seorang aparatur sipil negara (ASN) yang berstatus sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah di Kecamatan Omben Kabupaten Sampang, kini dilimpahkan ke Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan.

Kepala Unit (Kanit) Idik I Pidum Satreskrim Polres Pamekasan, IPDA M. Kadarisman mengatakan, kasus tersebut sudah dilimpahkan oleh Polsek Pademawu kepada pihaknya pada tanggal 25 Maret 2020. Kini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan sudah memanggil sejumlah saksi termasuk tujuh orang saksi sudah diperiksa dan dimintai keterangan.

Tujuh orang saksi tersebut merupakan pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut karena namanya disebut oleh pelaku (MS) dalam rekaman voice note yang disebarkan melalui WhatsApp group. Termasuk diantara yang namanya disebutkan oleh pelaku adalah kepala Desa Lemper Pademawu dan sudah dipanggil untuk diperiksa dan dimintai keterangan.

“Kasus ini masih tahap penyelidikan, kami sudah memanggil dan memeriksa tujuh orang saksi untuk dimintai keterangan, di antaranya kepala Desa Lemper, karena dia juga ikut disebut oleh pelaku dalam rekamannya,” ucapnya.

Kadarisman mengaku, masih ada delapan orang saksi yang belum diperiksa tapi sudah dilakukan pemanggilan. Dalam minggu ini, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada empat orang saksi yang diduga ikut memiliki keterlibatan dalam kasus ini.

MS, ulas Kadarisman bisa terancam dikenakan pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang (UU) RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan kurungan penjara 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar. (ali/bri)

Komentar

News Feed