Kasus Penyelewengan DD Diduga Libatkan DPMD Sampang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) KEMBANGKAN KASUS: Penyidik Kejari Sampang terus menindaklanjuti kasus dugaan penyelewengan dana desa (DD) di Tanah Merah Kecamatan Torjun, Sampang.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Kasus penyelewengan Dana Desa (DD) di Tanah Merah bisa saja ada keterlibatan pemerintah daerah. Sebab proses pelaporan dan pertanggungjawaban DD dan alokasi dana desa (ADD) diketahui oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) setempat. Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan.

Sebab kasus yang terjadi di Desa Tanah Merah, semestinya sudah dilaporkan penggunaan anggarannya. Apabila tidak ada teguran dari DPMD saat kasus belum terungkap, disinyalir ada kejanggalan. Sehingga akan mendukung proses hukum yang dilakukan oleh Kejari Sampang. Hal ini diungkapkan Ketua Matras Jatim M. Syaiful, Rabu (20/10/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tindak lanjut mengenai keterlibatan penting dilakukan. Tujuannya, mampu memberikan efek jera bagi pelaku yang terlibat dalam kasus penyelewengan uang negara. “Kami berharap penanganan kasus tidak selesai pada kepala desa (kades). Tapi harus ada pengembangan ke sejumlah pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Sehingga lanjut dia, penanganan dan pengusutan kasus akan tuntas. Terutama mengenai keterlibatan beberapa pihak yang hingga saat ini masih belum jelas. Apalagi, kasus yang sama kemungkinan besar juga akan terjadi di desa lain dengan bentuk penyelewengan yang berbeda.

Informasi yang dirangkum Kabar Madura, sejumlah pekerjaan proyek yang bersumber dari DD di Desa Tanah Merah banyak tidak selesai. Bahkan pembangunan proyek tidak mencapai 100 persen. Diduga kuat, ada anggaran yang sengaja tidak dimaksimalkan untuk pembangunan. Hal tersebut sesuai dengan hasil evaluasi dan monitoring Inspektorat, melalui Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

Sehingga kasus tersebut ditindaklanjuti oleh Kejari Sampang. Selain itu, dari hasil penyelidikan di kejaksaan, dalam kasus ini ditemukan kerugian sebesar Rp322.879.481. Untuk sementara, tersangka Hartono mengaku, dana banyak digunakan untuk kepentingan pribadi.

Reporter : Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *