Kasus PIP Mentok di Pemeriksaan Saksi, Keseriusan Kejari Dipertanyakan

News, Headline72 views

KABAR MADURA | Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep belum sepenuhnya menunjukkan taring untuk menindaklanjuti terkait kasus dugaan penggelapan realisasi Program Indonesia Pintar (PIP) sejumlah sekolah di Sumenep.

Terbukti, sudah sekitar satu tahun kasus itu bergulir, namun hingga saat ini masih mentok pada pemanggilan saksi-saksi.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Sumenep Moch. Indra Subrata mengungkapkan, pihaknya tidak mau banyak berkomentar terkait kasus yang diduga bakal merugikan negara dan melibatkan pihak perbankan BUMN tersebut.

“Tidak bisa disebutkan siapa saja, tetapi saksi-saksi sudah diperiksa,” kata dia.

Pihaknya mengaku akan terus berkoordinasi dengan bagian pidana khusus (pidsus) untuk terus memproses kasus dugaan penggelapan PIP tersebut. Pihaknya mengaku telah mengumpulkan data-data atau bukti tambahan.

“Kan kasus ini sudah ditangani bagian pidsus, akan terus diusut sesuai ketentuan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Teranggarkan Rp40 Juta, Disperindag Pamekasan Sebut Pengawasan Produk Akan Dilakukan Setiap Bulan

Rektor Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura Frof Rachmad Hidayat juga mengatakan, kalau kasus yang menyeret dunia pendidikan mestinya segera diproses. Apalagi pelapor sudah memberikan bukti-bukti.

“Kalau menyangkut dunia pendidikan mesti aparat penegak hukum (APH) harus sigap, biar menjadi efek jera. Dunia pendidikan ini harus steril,” paparnya.

Apalagi informasi yang didapat dari pihak Kejari Sumenep ini merupakan kasus besar, mencoreng nama baik pendidikan, dan informasi perkembangan kasus ini sudah dinantikan oleh masyarakat bagaimana hasil akhirnya.

“Kami berharap ini menjadi kado besar untuk Kejari Sumenep nanti, artinya kasus ini segera diproses,” imbuhnya.

Fauzi AS selaku pelapor juga menyampaikan bahwa kepala sekolah dan Ketua Yayasan SDI Lenteng Timur sebagai sampel sekolah yang diduga dicairkan sepihak sudah memberikan keterangan dan bukti-bukti.

Baca Juga:  Jadi Keluhan, 2024 Nihil Perbaikan Pelabuhan dari dan ke Kepulauan Sumenep

“Saya sebagai orang yang melaporkan kasus itu, (dugaan penggelapan PIP, red) mendorong agar segera menangkap oknum BRI yang kita duga terlibat dalam pembuatan rekening dan terlibat mencairkan dana PIP,” kata dia kepada Kabar Madura.

Sekadar diketahui, pada Senin (22/5/2023) lalu, Kejari Sumenep memanggil pengelola lembaga SDI Lenteng Timur untuk dimintai keterangan. Sebab, mencuatnya kasus tersebut bermula dari sekolah ini. Pihak Kejari Sumenep mendatangkan pemilik yayasan, kepala sekolah, dan operator SDI Lenteng Timur untuk dimintai keterangan.

Ada beberapa pihak yang dimintai keterangan termasuk salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang dalam hal ini Bank BRI cabang Kecamatan Gapura yang diduga telah berani mencairkan bantuan tersebut tanpa sepengetahuan pihak sekolah.

Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Fathor Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *