oleh

Kasus Puskesmas Torjun Macet di Penyelidikan

Kabarmadura.id/SAMPANG-Masih ingat dengan kasus ambruknya atap bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Torjun tanggal 20 Januari lalu? Kasus yang menyita perhatian publik Kota Bahari tersebut hingga kini belum ada kejelasan, bahkan prosesnya masih berkutat di penyelidikan.

Padahal, bangunan tersebut merupakan pusat layanan kesehatan tingkat kecamatan yang semestinya mendapat perlakuan khusus.

Dengan dalih masih mencocokkan jadwal proses gelar perkara antara Kepolisian Resor (Polres) Sampang dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim), hingga kini belum ada tindaklanjutnya. Selain, pencocokan waktu tersebut, Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto yang masih dalam pendidikan, juga dijadikan alasan.

“Pak kasat reskrim masih menjalani pendidikan selama tiga bulan, sekarang sudah satu bulan setengah, jadi tidak bisa melalukan gelar perkara di Polda Jatim,” kata Kasubag Humas Polres Sampang, Ipda Puji Waluyo melalui jaringan selluler pribadinya.

Penyelidikan juga belum bisa dilanjutkan menjadi penyidikan akibat terkendala gelar perkara yang belum dilakukan. Namun Polres Sampang berjanji tetap akan melanjutkan kasus yang melibatkan sejumlah pihak tersebut.

“Prosesnya tetap di penyelidikan, belum kita tentukan untuk masuk ke penyidikan, yang jelas kasus ini terus berjalan,” tambahanya.

Sebelumnya, Polres Sampang telah memeriksa sejumlah pihak yang terlibat, termasuk semua saksi. Lebih dari 10 saksi sudah dipanggil. Setelah itu, prosesnya adalah gelar perkara di Polda Jatim, untuk menentukan status kasus tersebut, yakni meningkat ke penyidikan atau tidak.

Proyek gedung senilai Rp1,7 miliar tersebut dikerjakan oleh CV Yala Indah Perkasa. Pada saat pengerjaan, pembangunan Puskesmas tersebut melebihi masa kontrak pada Desember 2018 lalu, bahkan oleh Dinas Kesehatan sempat diputus kontrak.

Kemudian, pada Minggu, 20 Januari 2019 lalu, gedung tersebut ambruk di bagian depannya. Informasi yang berkembang, ambruknya gedung baru Puskesmas Torjun disebabkan tidak kuatnya atap yang terbuat dari garfalum menahan beban genteng. (awe/waw)

Komentar

News Feed