oleh

Kasus RSUD Syamrabu, Ada Nama dr Farhad Dan KH Imron

KABARMADURA.ID, Bangkalan –Kasus yang menimpa Rumah Sakit Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan, terkait adanya mayat bayi yang dibawa memakai sepeda motor, karena tidak mampu membayar uang ambulan dan seorang ibu yang lumpuh setelah berobat ke RSUD. Hingga muncul tawaran uang Rp 80 juta kepada keluarga pasien agar kasusnya tidak dilaporkan atau disebarluaskan.

Informasi yang dirangkum Kabar Madura, dalam kasus itu pihak rumah sakit diduga mengutus seseorang yang bernama Ismael untuk menemui keluarga korban, serta menawarkan uang yang sangat fantastis sebanyak 80 juta sebagai uang kompensasi dan bedah rumah. Setelah menemui keluarga korban Ismael mengaku disuruh dr. Farhad dan KH Imron untuk memberikan uang tersebut.

Dugaan tersebut sempat dibantah oleh dr Farhad kalau dirinya tidak pernah menyuruh siapapun untuk memberikan uang. Akan tetapi bantahan tersebut serasa tidak berguna setelah rekaman perbincangan keluarga korban dan Ismael disetel di ruang Banggar DPRD Bangkalan pada saat legislatif menggelar diskusi publik yang mempertemukan para keluarga pasien, RSUD dan Forkopimda, dan Ismael.

Setelah dilakukan penyetelan rekaman, di dalam rekaman itu saudara Ismael menyebutkan kalau dirinya menawarkan uang itu disuruh dr. Farhad Suryaningrat yang jabatannya sebagai wakil direktur RSUD di bidang pelayanan dan KH Imron Fattah .

“Silahkan didengarkan rekaman itu biar saya tidak dituduh menyebarkan berita bohong (hoax). kami hanya mau mengungkap kebenaran, dan ini semua sengaja kami putar disini biar semua tahu mana sebenarnya yang berbohong,” tegas perwakilan dari keluarga pasien Abdur Rahman, Rabu (11/11/2020)

Abdur Rahman menambahkan bahwa kedatangan dirinya Ingin membantu memberikan solusi. Ia berharap kedepannya hal-hal yang seperti ini tidak terjadi dan RSUD harus bersikap santun kepada keluarga pasien.

“Pokoknya kejadian ini tidak terulang lagi. Untuk masalah uang itu memang ada orang yang turun ke bawah yang bernama Ismael dua berupaya negosiasi kebawah, ini semua kami bicara berdasarkan apa yang ada di bawah bahwa ada seseorang yang masuk ke keluarga pasien menjanjikan uang entah itu berbentuk kompensasi atau apa saya kurang paham,” ujarnya.

Meski rekamannya sudah diputar, dr. Farhad Suryaningrat masih membantah kalau dirinya tidak pernah menyuruh seseorang untuk memberikan uang sebesar 80 juta sebagai uang kompensasi, ia hanya ingin mengembalikan Biaya Kesehatan Masyarakat Miskin (Biakes Maskin). Serta mengaku tidak siap bersumpah, bahkan siap diusut dan dilaporkan ke pihak yang berwajib kasus tersebut.

“Kita hanya mengembalikan uang dengan persyaratan harus membawa KTP, KK. Sekali lagi kami tegaskan bahwa kami tidak pernah menyuruh Ismail untuk melobi dan memberikan uang apa lagi jumlahnya sampai 80 juta,” tegasnya.

Sedangkan Ismael yang mengaku utusan dari dr. Farhad dan KH Imron fattah ketika diklarifikasi pihaknya membantah kalau dirinya disuruh saudara Fahri yang merupakan pengacara RSUD untuk menemui keluarga korban,” kami disuruh Fahri bukan disuruh dr Farhad maupun KH Imron Fattah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Bangkalan Mohammad Fahad meminta agar dialog yang mempertemukan semua pihak, nantinya tidak orang yang merasa dirugikan maupun yang diuntungkan, ia berharap pihak rumah sakit bisa memperbaiki dari segi semua apa yang dikeluhkan oleh masyarakat.

“Kami selaku wakil rakyat meminta kepada rumah sakit agar memberikan pelayanan yang baik. Pokoknya jangan sampai ada lagi kejadian yang seperti ini ini,” ucapnya. (km57mam)

 

Komentar

News Feed