oleh

Kasus SPj BOS, Sejumlah Kasek Diperiksa

Kabarmadura.id/Bangkalan-Dugaan penyelewengan surat pertanggungjawaban Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2016, 2017 dan 2018 mulai didalami.

Setelah sempat memanggil Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Bangkalan Bambang Budi Mustika beserta dua kepala bidangnya (kabid) beberapa waktu lalu, kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan mulai memanggil satu per satu kepala sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Humas Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana menerangkan bahwa telah memanggil dua perwakilan SD dan dua dari SMP.

“Terbaru kemarin kami sudah panggil enam orang dari pihak sekolah, ada empat sekolah. Masing-masing kepala sekolah dan bendahara, ada juga yang membawa staf administrasinya,” ucapnya.

Dengan pemanggilan itu, sehingga menambah daftar saksi yang diperiksanya. Jaksa yang juga menjabat kepala Seksi (Kasi) Intel ini menyampaikan, saat ini ada 12 saksi yang telah diperiksa, termasuk kapala Disdik Bangkalan beserta 2 kabidnya.

Jika diperlukan,  kepala dinas di tahun tersebut juga akan dipanggil. Namun pihaknya akan mempertimbangkan hal itu dengan timnya apakah memang perlu atau tidak.

“Kalau untuk pemanggilan selanjutnya, untuk kadis sebelumnya yang ini (wabup, red) mungkin bisa jadi. Tergantung dari pengembangan nanti, sebenarnya mau kadis yang lama atau yang sekarang itu sama saja. Wewenangnya kan sama,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari ke 12 saksi tersebut, Putu mengatakan, dugaan rekayasa SPJ BOS tersebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak menemukan adanya temuan tersebut. Namun, dirinya tidak percaya begitu saja. Sebab, saat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak BPK untuk memastikan hal tersebut.

“Kalau hasil pemeriksaan BPK waktu itu, menurut kadis yang sekarang ini belum ada temuan,” terangnya.

Sedangkan, untuk dana BOS yang dikucurkan dalam waktu 3 tahun tersebut, atau selama 2016 sampai 2018, sekitar Rp6-8 miliar.

“Kita belum bisa menjumlah total berapa kerugian negaranya, karena dana BOS ini di setiap sekolah berbeda-beda nilainya,” pungkasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed