oleh

Kata BMKG, Inilah yang Perlu Diwaspadai Warga Saat Pancaroba

Kabarmadura.id/Sumenep-Memasuki musim pancaroba masyarakat diharapkan waspada. Sebab, pada musim itu akan ada banyak peristiwa yang biasanya terjadi. Misalnya, angin puting beliung, longsor, robohnya pepohonan dan jenis bencana lainnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget Usman Kholid. Menurutnya, pada bulan November sudah memasuki pancaroba atau peralihan musim. Dalam kondisi ini, masyarakat diminta ekstra hati-hati.

“Saat ini memang sudah mulai memasuki musim pancaroba” katanya, Rabu (6/11).

Dia menjelaskan, pada musim pancaroba seringkali terjadi bencana alam. Sehingga ketika hujan tiba, masyarakat dihimbau tidak sering keluar dari rumahnya, jika tidak ada kepentingan yang sangat mendesak. Sebab, sangat mengancam keselamatan warga.

“Masyarakat agar waspada terhadap potensi bahaya akibat pergantian musim dari kemarau ke penghujan atau pancaroba,” tegas dia.

Pada akhir bulan Oktober, kata Kholid, beberapa daerah sudah memasuki penghujan. Sementara beberapa daerah mengalami musim pancaroba, sedangkan beberapa daerah lain masih dalam musim kemarau.

“Khusus di Sumenep, masuk pada penghujan seperti kemaren menjelang akhir Oktober 2019,” katanya.

 

Dikatakan, mengenai suhu udara saat ini sudah mulai berkurang, yang semula setiap harinya mencapai 35 derajat celsius dan dalam satu bulannya rata-rata suhu udara maksimum 33,5 derajat celsius. Saat ini setiap harinya kurang lebih sekira 29,5 derajat celsius.

“Untuk rata-rata maksimum pada November masih belum bisa dihitung. Namun, tentunya berkurang dari sebelumnya,” tuturnya.

Kholid menambahkan, perkiraan masa pancaroba ini hingga pertengahan atau akhir November, dan diawal Desember sudah memasuki musim penghujan. Oleh karena itu masa pancaroba saat ini masih panjang. Ciri-ciri lainnya, dari gejala musim pancaroba antara lain, turunnya hujan dengan intensitas sedang sampai lebat dalam durasi singkat yang bersifat sporadis atau tidak merata, serta disertai banyaknya petir dan terjadi angin kencang.

“Sedia payung sebelum turun hujan, jangan berteduh di bawah pepohonan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi mengutarakan, pada tahun sebelumnya, bencana di masa pancaroba banyak terjadi. Misalnya, angin puting beliung sudah memakan banyak korban yakni kurang lebih 9 orang, serta ada sau orang juga warga terkena petir.

“Saya berharap masyarakat waspada di masa pancaroba, biasanya banyak kejadian yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed