oleh

Kawal Peralihan PI Petronas

Kabarmadura.id/Sampang-Sehubungan dengan keberadaan perusahaan eksplorasi minyak dan gas (Migas) milik Petroliam Nasional Berhad (Petronas) Carigali di Ketapang Kabupaten Sampang, hingga kini belum ada kejelasan terkait realisasi percepatan pengalihan participating interest (PI).

Padahal, sesuai Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10 Persen pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi, dimana pada hakekatnya meminta agar pengalihan PI 10 persen dari WK Kangean, WK Ketapang dan WK WMO di Jawa Timur, dari KKKS kepada pemerintah daerah melalui badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai pengelola diharapkan untuk cepat direalisasikan.

Senior Manager Corporate Affairs & Administration Petronas Carigali Indonesia, Andiono Setiawan menuturkan, peralihan PI yang sudah dilakukan pada tahun 2017 hingga saat ini belum bisa terealisasi. Sebab, masih proses, tetapi pihaknya memastikan bahwa dalam tahun ini bisa terealisasi. Adapun untuk prosesnya dalam tahapan penentuan alokasi sesuai dengan anggaran yang ada.

“Untuk PI saat ini sudah dalam proses pembahasan dengan pihak terkait, yakni BUMD tingkat kabupaten dan provinsi, kita targetkan tahun ini sudah terealisasi,” ucapnya saat sosialisasi pengeboran sumur baru eksplorasi Hidayah 1 Pc North Madura II Ltd di Pendopo Agung Bupati Sampang, Rabu (16/09/20).

Meskipun realisasi percepatan pengalihan PI untuk wilayah kerja Ketapang belum maksimal, pihaknya berencana untuk melakukan pengembangan lapangan produksi Hidayah 1 yang berlokasi di 6 kilometer dari tepi pantai utara. Sehingga ia berharap, pengeboran kali ini bisa sukses, artinya bisa bersumber minyak.

“Yang pertama dry hole atau gagal untuk menemukan sumur baru, kedua kapasitasnya belum mencukupi dan yang ketiga ini semoga sukses,” imbuhnya.

Kendati demikian, Kota Bahari ini menjadi ajang keterbukaan informasi publik dampak dari perubahan yang bergerak di bidang migas tersebut, pasalnya hingga kini manfaat dari Petronas melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk daerah terdampak eksplorasi migas difokuskan untuk pantai utara, Ketapang.

Selain itu, Ketua Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI), Honsul, mengatakan bahwa pihaknya mempertanyakan adanya program yang dinilai tidak memihak pada nelayan, semisal penggemukan sapi di wilayah Sokobanah yang dirasa tidak berdampak.

Sehingga, nelayan berharap bahwa program CSR Petronas ke depan diharapkan lebih memihak kepada kebutuhan nelayan. Tak hanya itu, program beasiswa yang bersumber dari CSR juga diharapkan bisa bermanfaat kepada anak-anak nelayan.

“Harapan kami, beasiswa yang diberikan Petronas tentunya untuk anak-anak nelayan,” tuturnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Sampang, Juwaini menuturkan, bahwa penggemukan sapi tersebut sebelumnya berdasarkan dari pengajuan dari pihak kecamatan. Tetapi, pihaknya akan berupaya jika program tersebut bisa diubah, maka akan diubah sebagaimana usulan nelayan.

“Ya kita upayakan dulu, jika tidak bisa mungkin tahun 2021 bisa kita upayakan lagi,” singkatnya,(mal/mam).

Komentar

News Feed