oleh

KBM Daring, IAIN Madura Rancang E-Learning

Kabarmadura.id/Pamekasan-Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura terus berinovasi. Satu-satunya kampus Islam negeri di Madura itu, kini merancang e-learning atau electronic learning.

MUKHTARULLAH, PAMEKASAN

Rancangan tersebut guna mempermudah konsep pembelajaran yang dilakukan melalui jaringan media elektronik, dengan memperhatikan biaya agar lebih murah dan tidak memberatkan pada mahasiswa.

Rektor IAIN Madura Dr. Muhammad Kosim, M.Ag menegaskan, inovasi tersebut tiada lain menyesuaikan dengan arus perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi kini sangat pesa. Itu perlu dimanfaatkan, termasuk penggunaan di dalam bidang pendidikan. Penggunaan e-learning dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, perguruan tinggi, tempat-tempat kursus bahkan komunitas-komunitas online sudah mulai menggunakan konsep dalam jaringan (daring),” tegasnya.

Di masa wabah Covid-19 semua tingkat pendidikan mulai kelimpungan dalam proses pembelajaran, dari tingkat yang paling rendah—PAUD, sampai di tongkat paling atas, Perguruan Tinggi. Meski sudah ada Google Classroom, namun konsep integrasi data ini terkait penilaian dan file materi tidak bisa dilakukan dengan mudah.

“IAIN Madura menginisiasi dengan merancang e-Learning agar dapat digunakan sebagai alternatif atas permasalahan dalam bidang pendidikan, baik sebagai tambahan, pelengkap maupun pengganti atas kegiatan pembelajaran yang sudah ada,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I IAIN Madura Dr. Nor Hasan, M.Pd. menyampaikan, untuk semester ini kampus IAIN Madura masih harus menggunakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem daring. Demi tercapainya KBM yang efektif-efisien, maka IAIN Madura memilih merancang e-learning, agar mempermudah mahasiswa dan dosen dalam proses KBM.

“KBM daring melalui aplikasi tertentu yang memang sudah biasa digunakan seperti Zoom Meeting, rupanya terlalu banyak mendapat keluhan dari mahasiswa dan dosen. Sebab, cukup mahal biayanya dengan  menghabiskan kuota internet yang cukup banyak,” sambung Dr Nor Hasan, Selasa (24/8/2020).

Sehingga, tambah Dr. Nor Hasan, sistem KBM harus menggunakan e-learning yang telah dirancang oleh Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD), agar tidak memberatkan pada mahasiswa dan dosen, dan juga sistem monitoringnya agar lebih mudah.

“Sedangkan untuk mahasiswa baru, masih harus menyosialisasikannya dengan cara tatap muka, maksimal dua kali pertemuan. Tentunya harus dengan protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya.

Kepala TIPD IAIN Madura Enni Lindrawati, S.Kom.  menyampaikan, e-Learning ini dirancang karena menyesuaikan dengan keadaan wabah Covid-19 yang tidak memungkinkan melaksanakan KBM tatap muka untuk mahasiswa dan dosen IAIN Madura.

“E-learning diharapkan agar bisa memberi kemudahan kepada dosen dan mahasiswa dalam

melaksanakan proses pembelajaran, dengan cara mengintegrasikan database pembelajaran dengan database pada aplikasi

yang terkait lainnya, dan meningkatkan supporting data untuk kepentingan akreditasi baik prodi maupun institusi,” imbuh Enni.

Untuk platform, tambah Enni, sudah ada di Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) yang sudah ada IAIN Madura. Itu sangat membantu dalam mempercepat perwujudan inovasi kampus, utamanya dalam proses KBM. (nam)

Komentar

News Feed