oleh

Kecamatan Saronggi, Sumenep Rawan Covid-19

Kabarmadura.id/Sumenep-Pengawasan terhadap penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep perlu ditingkatkan. Penjagaan yang dilakukan petugas terkesan longgar. Salah satu indikasinya, masyarakat masih bebas keluar masuk di daerah yang sudah di warning sebagai lokasi zona merah Covid-19, Selasa (22/09/2020).

Bahkan, sebelumnya, Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Sekkab, seluruh Kades, tokoh masyarakat dan ulama di Kecamatan Saronggi mengadakan rapat bersama untuk memperketat pengawasan, serta membuka kembali program lockdown. Rapat tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu (19/09/2020).

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri mengatakan, kelonggaran penjagaan di posko siaga sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di Desa Tanah Merah perlu dioptimalkan. Apabila,  dibiarkan akan berdampak buruk dan bergejolak besar terhadap masyarakat setempat. “Jangan longgarlah ini perlu perhatian pemkab dan  perlu ditanggapi serius,” sesalnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menegaskan, pengamanan terhadap warga perlu diperketat. Salah satu tujuannya, untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di daerah Sumenep. “Kondisi ini jangan dianggap guyonan, tapi demi keselamatan jiwa masyarakat Sumenep,” tegasnya.

Dia beranggapan, jika penjagaan di zona merah longgar dengan perlakuan tidak adil terhadap masyarakat yang akan melintas di daerah tersebut, maka potensi penyebaran cluster baru cukup tinggi.  “Intinya kedepan penjagaan di posko harus diperketat dan kelonggaran tersebut perlu di evaluasi bersama,” desaknya.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Saronggi Radawi membantah keras terkait kelonggaran penjagaan di posko. Dia mengaku penjagaan siaga antisipasi penyebaran Covid-19 dijaga dengan ketat. Namun, ada masyarakat yang boleh masuk dan ada pula masyarakat yang boleh keluar dengan alasan tertentu.

“Misalnya, mengantarkan sembako atau ekonomi lainnya, atau ada keluarganya yang sakit, mau belanja karena kebutuhan mendesak, diperbolehkan. Tetapi, tetap mematuhi protokol covid-19. Bahkan pelaksanaan penjagaan hingga 14 hari,” tuturnya.

Dejelaskan ada 7 desa yang berpotensi masuk zona merah. Masing-masing, Desa Tanah Merah, Sarokah, Kebun Dadap Barat, Kebun Dadap Timur, Langsar, Tanjung dan Desa Pagar Batu. Menurutnya, penyebaran Covid-19 di Kecamatan Saronggi masuk kategori tertinggi di Kabupaten Sumenep.

Hal senada disampaikan Camat Saronggi Moh. Hanafi. Dia mengatakan, terdapat dua posko utama di Kecamatan Saronggi. Posko utama di pertigaan Desa Tanah Merah dan posko utama Desa Pagar Batu (berbatasan Kecamatan Saronggi dan Kecamatan Bluto tepatnya Desa Lobuk).

“Basis penyebaran yang sangat tinggi ini terjadi di tiga desa, masing-masing Desa Sarokah, Kebun Dadap Barat, dan Pagar Batu. Masyarakat yang meninggal ini ada di tiga desa tersebut. Satu desa dua orang yang sudah meninggal akibat Covid ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono mengatakan, pembatasan skala kecamatan di Saronggi benar-benar dilakukan. Bahkan, Pemkab sumenep cukup luar biasa dalam mengantisipasi pengamanan. Saat ini khusus penjagaan dari pegawai Dinkes sebanyak 10 personel lebih ditambah tenaga puskesmas Sumenep.

“Serta, pihak kepolisian, Dandim beserta forkopimda lainnya. Kedepan, kami akan terus lakukan evaluasi mengenai penjagaan di posko, Kecamatan Saronggi,” tukasnya. (imd/ito)

7 Basis Desa di Kecamatan Saronggi Sumenep Berpotensi Rawan Penyebaran Covid-19

*Sarokah

*Kebun Dadap Timur

*Pagar Batu : 2 orang meninggal

*Tanah Merah

*Langsar

*Kebun Dadap Barat : 2 orang

*Sarokah : 2 orang

Komentar

News Feed