Kecewa, Komisi C DPRD Bangkalan Minta Tangga dan Pot Bunga Dibuang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) DIPANTAU: Rombongan Komisi C yang melihat kondisi pembangunan lanjutan gedung dewan, Senin, (21/12/2020)

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang mengalami kerusakan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Untuk itu, Komisi C DPRD meminta agar perbaikan segera dilakukan dan keretakan yang terjadi seperti pot bunga dan tangga untuk dibuang.

Hal tersebut dikatakan oleh anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir. Dia menerangkan, bagian yang retak seperti pot bunga dan tangga samping yang menempel pada gedung utama untuk dibuang semua. Kemudian diganti dengan pot bunga atau tangga baru.

Bacaan Lainnya

“Kalau tidak dibuang tetap retak nantinya. Maka harus dibuang dan di bawah dikasih cor lagi dan disambung ke gedung utama,” terangnya.

Lanjutnya, pagar belakang gedung yang juga miring sebisa mungkin diperbaiki. Sebab, jika tidak diperbaiki kemungkinan beberapa tahun lagi bisa roboh. Karena pembangunan pagar masuk pada tahap II atau tahun 2020, dia meminta pada kontraktor juga sebaiknya diperbaiki.

Sebab, lanjut dia, bulan-bulan ini masih masuk tahap pemeliharaan. Dia meminta, jangan sampai pembangunan lanjutan ini seperti pembangunan sebelumnya.

“Kami sudah tanyakan ke bagian perencanaan yang tahun ini, bahwa pembangunannya mau tidak mau harus sesuai dengan pondasi yang lama,” tuturnya.

Terpisah, Kontraktor pembangunan lanjutan gedung dewan tahap II Nukid Alim menuturkan, paving tampak seperti bergelombang, karena banyak pasir yang menumpuk di bagian halaman. Selain itu, selama hujan deras menjadi salah satu faktor paving terlihat bergelombang. Dimana sebelumnya pasir terhampar rata di atas permukaan paving.

“Jadi terkesan paving bergelombang,” jelasnya.

Mengenai pagar belakang gedung yang terlihat miring. Nukid mengungkapkan, pagar beton tidak miring, karena pagar ditunjang dengan struktur strouss kedalaman 5 meter dan ada skur pengaku pagar agar tidak miring. Sedangkan untuk masa pemeliharaan dimulai sejak tanggal 21 Desember selama 180 hari kedepan.

“Pagar memang berbelok-belok mengikuti lahan sawah. Sehingga mungkin kelihatan miring bila di lihat dari posisi pas belokan,” tandasnya. (ina/mam)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *