oleh

Kecewa, Mahasiswa Bakar Kaos dan Sandal

Kabarmadura.id/SUMENEP-Forum Aksi Mahasiswa Sumenep (FAMS) menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Sumenep. Mereka menghendaki bertemu langsung dengan bupati untuk menyampaikan aspirasinya.

Akan tetapi, karena tidak kunjung ditemui, mereka melakukan aksi pembakaran di depan pintu gerbang kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Sebelumnya, mereka akan melakukan pembakaran ban mobil yang telah dipersiapkan terlebih dahulu, namun aksi mereka bisa cepat diatasi oleh pihak keamanan, ban mobilnya diambil sebelum disulut api. Berhubung ban tersebut diambil oleh pihak keamanan, mereka tetap melakukan aksi pembakaran yaitu dengan membakar kertas, sandal, plastik, dan kaos salah satu demonstran yang dibuka saat itu juga.

Mereka ingin menemui bupati dan tidak mau diwakilkan untuk berdiskusi seputar pembangunan di daerah kepulauan. Karena menurut mereka pembangunan di kepulauan sangat minim dan hal itu tidak sesuai dengan visi Bupati dan Wakil Sumenep A Busyro Karim-Achmad Fauzi yakni, program menata kota membangun desa.

“Hari ini turun ke jalan untuk menuntut pembanguan infrastruktur yang tak kunjung selesai  dan banjir yang berkepanjanga karena infrastruktur sangat mendukung untuk aktivitas perekonomian dan aktivitas sosial lainnya, baik pendidikan dan kesehatan,” ungkap koodinator lapangan (korlap) Dimas Wahyu Abdillah saat diwawancarai, Kamis (4/4)

Dimas mengaku kecewa karena bupati dianggap tidak serius dalam mendengarkan aspirasi masyarakat desa, terutama kepulauan.

Asisten Administrasi Umum Mohammad Jakfar mengungkapkan, bupati bukan tidak mau menemui mereka. Akan tetapi karena bupati saat itu lagi menghadiri undangan, sedangkan sekretaris daerah (sekda) juga tidak ada di kantor karena melayat.

“Ya jadwal bupati kan sudah di draf dari sebelumnya, mau kemana saja,” ungkapnya saat dikonfirmasi. (mad/rei)

Komentar

News Feed