oleh

Kegiatan Keagamaan Dialihkan untuk Penanganan Covid-19

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Bangkalan (Setkab) Bangkalan Andang Pradana menyampaikan, anggaran di instansinya dipastikan mengalami pemotongan.

Anggaran yang awalnya sekitar Rp2 miliar, karena ada realokasi penanganan Covid-19, berkurang menjadi Rp1,44 miliar. Anggaran itu juga untuk jaring pengaman sosial bagi masyarakat di tengah Covid-19.

“Awalnya 10 persen, terus ditambah 40 persen jadi total yang dipotong sebanyak 50 persen, namun ada lagi ketika rapat disuruh  potong sebanyak 24 persen kemungkinan besar anggaran akan berkurang dari Rp1,44 miliar,” terangnya.

Anggaran tersebut, nantinya akan digunakan untuk  penanganan Covid-19, seperti pembelian APD serta disinfektan dan alat rapid test.

“Untuk anggaran kegiatan memperingati hari besar Islam (PHBI) yang banyak dipangkas, alasannya kegiatan itu untuk mengumpulkan masa yang cukup banyak, jadi saya kegiatan seperti itu sekarang tidak ada,” imbuhnya.

Kebijakan relokasi anggaran untuk pencegahan Covid-19 di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), juga mendapat pengawasan serius dari legislatif. Selain pembelanjaan anggaran, pengawasan juga ditekankan kepada penerima yang harus tepat sasaran.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan meminta agar semua mitra kerja dari komisinya untuk lebih hati-hati dalam penggunaan anggaran.

“Lebih hati-hati dalam  penggunaan anggaran, jangan sampai disalahgunakan atau tidak tepat sasaran,” jelasnya, Rabu (22/4/2020).

Untuk mengantisipasi rawan disalahgunakan atau kebocoran, Nur Hasan berjanji akan terus mengawal sampai ke penerima anggaran. Selain itu, lanjut Nur Hasan, akibat dampak Covid-19, mulai terintegritas untuk mendorong tim medis agar meningkatkan pelayanan, serta tranparansi dalam anggaran.

Selain itu, Hasan mengimbau agar alokasi anggaran tersebut digunakan sebaik-baiknya. Serta  harus bergerak cepat apabila ada salah satu masyarakat yang terlihat ada tanda-tanda terinfeksi Covid-19. Bahkan, harus segera ditanagani jangan sampai dengan maksimal.

“Jangan sampai menunggu positif untuk ditangani, segera mungkin pada saat ada gejala,” ungkapnya. (sae/mam/waw)

 

Komentar

News Feed