Tanpa Sosok Panutan Ibu, Ririn Tetap Gigih Menempuh Pendidikan

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sampang-Ibu adalah sosok perempuan penting dan begitu berarti untuk semua orang. Bahkan, sosok ibu yang lemah lembut dengan penuh kasih sayang, bisa menjadi sosok yang kuat demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Namun, hal itu tidak dirasakan dalam waktu yang lama oleh Ririn yang harus berjuang mewujudkan cita-cita tanpa sosok ibu tercinta.

JAMALUDDIN, SAMPANG

Mauhibbatus Syakirin atau akrab disapa Ririn, merupakan anak pertama dari pasangan Akhmad Jais dan Nurhasanah.  Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Ririn harus menjadi teladan bagi adik-adiknya, utamanya dalam prestasi di bidang pendidikan.

Dara asal Desa Montor, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang ini, harus selalu menjadi panutan adik-adiknya, terlebih setelah sang ibu meninggalkan dirinya menghadap sang Ilahi.

Kepada Kabar Madura, Ririn menceritakan, ibunya meninggal saat dirinya masih mengenyam pendidikan di kelas 2 SMP. Kehilangan sosok penyayang tentunya membuat dirinya sangat bersedih, tetapi dirinya pasrah atas apa yang sudah ditakdirkan Tuhan.

Dirinya selalu bersyukur atas rencana Tuhan. Sebab, kesedihan mendalam tidak akan bisa mengubah takdir kehidupan yang sudah lalu. Oleh karenanya, dirinya bertekad untuk memperbaiki kehidupan yang akan datang.

“Dukungan seorang bapak yang peduli dan memperhatikan masa depan seorang anak akan pentingnya pendidikan, menjadi penyemangat saya,” tutur Ririn, Selasa (21/1/2020).

Kendati ada sosok ayah yang selalu mendukung setiap langkahnya, Ririn mengaku tetap merindukan kasih sayang dari seorang ibu. Terlebih, dirinya berkeinginan untuk membahagiakan dan membanggakan sang ibu melalui prestasi gemilang.

Untuk mewujudkan hal itu, kendati sang ibu sudah tidak lagi di sampingnya, Ririn bertekad untuk mewujudkan cita-cita menjadi seorang dosen dan pengusaha. Untuk mewujudkan hal itu, dirinya memilih melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Ekonomi Syariah di Institut Agama Islam (IAI) Nazhatut Thullab Sampang.

Saat ini, benih-benih kesuksesan mulai menghampiri dirinya. Pada 17 Januari 2020 kemarin, sosok periang ini mampu melewati tahapan presentasi lomba esai tingkat nasional dan dinyatakan lolos ke tahap presentasi dari 20 tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Semua ini berkat dukungan dari keluarga, guru dan juga sahabat-sahabat semua. Semoga dengan ini, saya bisa mengembangakan ide melalui tulisan, karena dengan tulisan lah kita bisa menyampaikan aspirasi kepada berbagai pihak,” tutupnya. (pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *