Kejar Tayang Proyek ADK Rentan Labrak Deadline

  • Whatsapp
KM/SUBHAN HARUS DIKEBUT: Puluhan proyek ADK di enam kelurahan di Kabupaten Sampang hingga jelang tutup tahun anggaran belum terlealiasi.

KAbarmadura.id/Sampang-Kendati sudah mendekati tutup tahun anggaran, program yang bersumber dari anggaran dana kelurahan (ADK), belum banyak terealisasi dengan tuntas. Sementara,  batas akhir pengerjaan proyek dari ADK itu, adalah pada 20 Desember mendatang.

Anggaran dari perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD Sampang 2019 tersebut, sebesar Rp800 juta per kelurahan. Hingga kini, masih ada puluhan paket proyek realisasi anggaran itu, belum terealisasi. Paket itu tersebar di enam kelurahan di Sampang.

Camat Sampang Yudi Adidarta mengungkapkan, keterlambatan pelaksanaan ADK PKA itu, lantaran prosesnya agak terlambat, karena baru disahkan pada bulan Oktober 2019. Tetapi pihaknya telah mengirim surat perintah kerja (SPK) ke semua kelurahan.

Terdapat 36 paket pengerjaan proyek program AKD di enam kelurahan. Puluhan paket tuntas itu, meliputi pengerjaan u-ditch dan rabat menggunakan ready mix atau adonan cor yang sudah jadi untuk pembuatan beton.

U-ditch merupakan Saluran air dari beton berbentuk huruf U, sedangkan rabat adalah proses pengecoran beton yang dibangun di dalam galian tanah.

“Kalau untuk pengerjaan ready mix ini dua hari bisa selesai, sementara untuk u-ditch ini tergantung ketersedian bahan, kalau tidak selesai sampai batas akhir pengerjaan, maka kami bayar sesuai progres pengerjaannya,” ucap Yudi saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (27/11/2019).

Dalam pelaksanaanya, protek dari program ADK bisa dikontraktualkan atau diswadayakan, hal itu sesuai dengan Permendagri Nomor 130 Tahun 2018 Tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di kelurahan serta surat edaran dari kementrian.

Pada, pasal 14 dan 15 disebutkan, bahwa pelaksanaan anggaran untuk kegiatan pembangunan sarana dan prasarana lokal kelurahan dan pemberdayaan masyarakat melibatkan kelompok masyarakat dan/atau organisasi kemasyarakatan sesuai dengan ketentuan pertaturan perundang-undangan di bidang pengadaan barang dan jasa.

“Jika dalam pengadaan barang dan jasa melalui swakelola tidak dimungkinkan untuk dilaksanakan, maka perencaan dan pengadaan barang dan jasa dilakukan dengan cara kontraktualkan sesuai permendagri dan surat edaran.” Ungkapnya.

Program ADK tersebut, sambung Yudi, tahun ini masih terbilang baru bagi Kabupaten Sampang. Dari total anggaran ADK murni sebesar Rp2 miliar dari pemerintrah pusat, dibagi kepada enam kelaurahan, setiap kelurahan mendapat sekitar Rp300 juta.

Sedangkan untuk ADK PAK yang bersumber dari APBD Sampang, anggarannyaRp800 juta perkelurahan dengan total anggaran sebesar Rp4,8 miliar.

Sementara itu, Lurah Rongtengah, Kecamatan Sampang Wakil membenarkan, dari total enam paket atau titik pengerjaan program ADK di kelurahan yang dipimpinnya, baru satu yang terlaksana.

Ada enam titik pengerjaan proyek ADK di Kelurahan Rongtengah, meliputi pemasangan u-ditch di  RT 5/RW 6, RT 2/RW 1, RT 1/ RW 5. Kemudian n pengerjaan ready mix di RT 5/ RW 3, RT/RW 1 dan RT3 RW 5. Pagu anggaran setiap pengerjaan itu beragam, ada yang Rp148 juta, Rp114 juta dan sebagainya.

“Kalau di daerah kami, program ADK yang direalisasikan baru satu titik berupa pengerjaan u-ditch di Jalan Bahagia, sedangkan yang lainnya belum,” terangnya.

Sebelumnya, Lurah Gunung Sekar, Kecamatan Sampang Ach Wardi mengatakan, ADK belum direalisasikan karena masih tahap survei. Sebab yang dikerjakan berupa ready mix, sehingga nunggu giliran.

Program ADK miliknya itu ada lima paket,yakni pembangunan infrastruktur jalan menggunakan ready mix dan u-ditch. Keduanya dikerjakan secara kontraktual.

“Untuk di Kelurahan Gunung Sekar ini belum ada yang direalisasikan, masih menunggu giliran, tetapi kami optimis tidak sampai lewat deadline, karena pengerjaan tidak membutuhkan waktu lama,” tegasnya. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *