Kejari Bangkalan Lirik Bansos Sembako Dipotong Pajak

  • Bagikan
(FOTO: KM/MOH SA'ED) SEPI :Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangkalan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan mulai pelototi bantuan sembako untuk masyarakat miskin dari Dinas Sosial Bangkalan. Bantuan yang dinilai tidak layak oleh Komisi D DPRD itu akan diklarifikasi atau pemanggilan kepada dinas terkait.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Imanuel Ahmad berjanji akan mengkaji terlebih dahulu terkait bantuan sembako yang disalurkan oleh dinsos. Pihaknya mengaku tidak akan gegabah dalam menyikapi penyaluran itu.

“Masih ingin dipelajari dulu,” ucapnya, Senin,(18/5/2020).

Ditegaskan, untuk memastikan apakah ada dugaan pemotongan bantuan sembako. Dia meminta agar terlebih dahulu untuk mengklarifikasi kepada dinas terkait.

“Untuk bansos alangkah lebihnya baik jika ditanyakan ke dinas sosial terlebih dahulu berapa jumlah anggaran yang diperlukan 1 paket sembako,” jelasnya.

Selain menghitung anggaran satu paket sembako, juga perlu dihitung terkait dengan pajak. Dalam pengadaan sembako perlu juga meminta keterangan kepada pihak rekanan. Sehingga nantinya jelas apakah dalam penyaluran itu tidak ada pemotongan.

“Butuh klarifikasi, dan sebelum dilakukan pemanggilan perlu dipelajari dulu, termasuk teknis maupun anggaran dalam bansos sembako itu,” jelasnya.

Namun yang jelas, apabila nanti ditemukan ada unsur yang mengarah ke korupsi, pihaknya berjanji tidak akan main-main untuk mengusutnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi D DPRD Bangkalan H. Subaidi terkejut ketika melihat isi sembako yang  disalurkan kepada masyarakat, sebab sembako tersebut dianggap tidak layak.

“Isi sembako sangat tidak layak dan sangat  prihatin karena tidak sesuai dengan harga di pasaran,” tegasnya.

Dirinya mencontohkan, untuk anggaran mie instan yang dicantumkan mencapai Rp10 ribu. Sementara mie yang diberikan kepada masyarakat tidak mencapai harga standarnya.

“Dinsos anggarkan mie instan Rp10 ribu,  dibelikan 4 bungkus dengan harga kisaran total Rp6 ribu,” tukasnya.(sae/mam)

Baca juga  Kehidupan Suminah (52), Janda dengan Dua Anak Yatim di Pandemawu
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan