Kejari Bangkalan Tunggak Dua Kasus, Ini Kendalanya

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) Putu Arya Wibisana, Kasi Intel Kejari Bangkalan.

Kabarmadura.id/Bangkalan– Selain menghentikan kasus dugaan rekayasa Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada awal Januari lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan masih mempunyai pekerjaah rumah (PR) yang harus diselesaikan.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh eks Kepala Kejari Badrut Tamam sebelum meninggalkan Bangkalan untuk berpindah tugas.

Selama kepemimpinnya, Kejari Bangkalan masih menunggak beberapa kasus yang belum diselesaikan. Antara lain, kasus mantan kepala desa terkait penjualan tanah pecaton. Di samping itu, terdapat pula kasus dugaan penggelembungan penerima dana kapitasi.

“Kasus dugaan jual beli tanah kas desa itu masih tahap penyidikan,” ujarnya.

Sementara itu, kasus dugaan penggelembungan penerima dana kapitasi, menurut Badrut, untuk masuk tahap selanjutnya, pihaknya terkendala dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dengan Aparat Penegak Hukum (APH). Sehingga, kasus tersebut masih belum bisa dilanjutkan.

“Belum tahap penyelidikan, karena MoU belum dilakukan oleh bidang intelejen,” tambahnya.

Kendati dirinya meninggalkan 2 kasus yang belum terselesaikan, selama kepemimpinan pria kelahiran Pamekasan itu, dua kasus korupsi telah terungkap. Di antaranya kasus pengadaan kambing etawa tahun anggaran 2017 dengan menetapkan dua tersangka.

Kasus pengadaan kambing etawa itu, menyeret dua nama kepala pejabat di Bangkalan. Kedua tersangka dalam kasus kambing etawa yakni Mulyanto Dahlan mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Ada pula Syamsul Arifin, mantan kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan.

Dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Intel Putu Arya Wibisana menegaskan, dalam kasus kambing etawa, kedua tersangka telah diserahkan kepada Tipikor Surabaya. Sedangkan sampai mana prosesnya, pria kelahiran Bali ini menjelaskan, saat ini keduanya tengah menghadapi persidangan.

“Sidangnya nanti pada tanggal 21 Januari di Tipikor Surabaya,” jelasnya. (ina/nam)

Selain itu, lanjut dia, Kejari Bangkalan juga sudah melimpahkan berkas kasus korupsi Dana Desa di Desa Lerpak, Kecamatan Geger ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

“Sama, keduanya sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya,” tandasnya. (ina/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *