oleh

Kejari Limpahkan Dua Berkas Perkara ke PN

Kasus Dugaan Korupsi SMPN 2 Katapang Segera Disidangkan

Kabarmadura.id/Sampang-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sampang, sudah melimpahkan dua berkas perkara dari empat tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMPN 2 Ketapang, ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya untuk segera disidangkan.

Hal itu disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sampang Munarwi. Menurutnya,  empat orang tersangka dalam dua berkas kasus dugaan korupsi pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang yang roboh itu, yakni tersangka (MK) dan (NN) selaku peminjam CV dan pelaksana kegiatan proyek. Kemudian dua tersangka dari konsultan pengawas, yakni (DH) dan (SN), kini empat tersangka itu sudah siap disidangkan.

“Dalam waktu dekat ini, kemungkinan sidang perdananya Selasa (24/9) besok setelah persidangan terdakwa (AZ) selaku memilik CV. Amor Palapa,” ungkap Munarwi, Minggu (22/9).

Lanjut Munarwi, setelah sebelumnya pihak Kejari Sampang sudah menghadirkan 12 orang saksi, untuk terdakwa AZ sudah akan memasuki tahap agenda sidang penuntutan pada Selasa (24/9) mendatang.

“Untuk terdakwa AZ ini sudah memasuki agenda sidang penuntutan, karena sudah menjalani proses persidangan berkali-kali dengan total saksi yang sudah dihadirkan sudah sebanyak 12 saksi termasuk saksi ahli,” terangnya.

Berdasarkan catatan Kabar Madura, kasus dugaan korupsi pembangunan RKB SMPN Ketapang itu, bermula ketika CV Amor Palapa milik terdakwah AZ dipinjam oleh tersangka  MK untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi menjadi pelaksana proyek.

Terdakwa AZ diberi uang senilai Rp2,5 juta. Uang tersebut sebagai imbalan karena telah meminjamkan CV kepadan MK, agar tersangka MK menjadi pelaksana proyek pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang Rp134 juta.

Namun, tersangka MK tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut, akan tetapi dikerjakan oleh tersangka NN. Mirisnya, tersangka MK tidak menyerahkan biaya proyek secara utuh, tetapi hanya menyerahkan senilai Rp75 juta. Meski begitu, tersangka NN tetap mengerjakan proyek tersebut sesuai anggaran yang diterimanya.

Alhasil, tak lama setelah pengerjaan selesai, bangunan RKB SMPN 2 Ketapang ambruk. Realisasi proyek tersebut menjadi sorotan karena kuat duagaan dalam pelaksanaan pengerjaan tidak sesuai dengan RAB. Hal itu berdasarkan hasil audit APIP, proyek RKB SMPN 2 Ketapang itu hanya dikerjakan senilai Rp29 juta. (sub/pin).

Komentar

News Feed