Kejari Pamekasan Eksekusi Tahanan Rumah ke Rutan, Keluarga Terpidana Tidak Kuasa Melawan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) MENUNTUT KEADILAN: Sumiyatun (45) istri Muhappah memperlihatkan berkas hasil putusan Pengadilan Tinggi Surabaya atas suaminya.

KABARMADURA.ID | PAMEKASANKetimpangan hukum diduga terjadi di Pamekasan. Muhappah (52) yang diputus sebagai tahanan rumah, justru ditahan di lembaga pemasyarakatan (lapas). Putusan itu dikeluarkan Pengadilan Tinggi Surabaya dengan nomor: 887/PID/2021/PT.SBY. Namun kini Muhappah harus mendekam di  Lapas Kelas II A Pamekasan.

Keluarga Muhappah yang merupakan warga Desa Lembung, Kecamatan Galis itu tidak terima. Karena dianggap tidak adil. Keluarga kemudian mengadu pada Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Yang diminta, Muhappah dikeluarkan dari lapas, karena jaksa dianggap telah menyalahi putusan Pengadilan Tinggi Surabaya yang dikeluarkan pada 15 September 2021 tersebut.

Ketua LPPM Pamekasan Heru Budi Prayitno menjelaskan, sebelumnya Muhappah telah menjalani statusnya sebagai tahanan rumah selama tiga bulan, atau sejak tanggal 8 April sampai 8 Oktober 2021. Setelah masa tahanan selesai, kemudian Muhappah dipanggil oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan pada Kamis 14 Oktober 2021.

“Karena sampai saat ini belum ada putusan penahanan di lapas oleh pengadilan,” ucap Heru.

Setelah memenuhi panggilan, Muhappah diminta menandatangani sebuah surat. Tidak berselang lama, Muhappah digirng oleh salah satu jaksa ke Lapas Kelas II A Pamekasan menggunakan mobil Kejari. Heru mempertanyakan alasan eksekusi tersebut, karena tidak selaras dengan putusan pengadilan.

“Jadi keluarga mempersoalkan eksekusi kejaksaan atas putusan pengadilan,” tegasnya.

Karena langsung dibawa ke lapas, pihak keluarga tidak bisa berkomunikasi dengan Muhappah. Pihak keluarga juga tidak mengetahui kejelasan surat yang ditandatangani Muhappah sebelum dibawa ke lapas. Heru menegaskan, jika Muhappah tidak segera dibebaskan, akan melaporkan masalah itu ke Kejaksaan Agung (Kajagung) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati).

“Kami juga akan melaporkan hal ini kepada Jamwas,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Pamekasan Hanafi mengaku telah menerima surat resmi dari Kejari Pamekasan atas perintah eksekusi oleh jaksa. Saat Muhappah dibawa ke lapas, pihak Kejari sudah melengkapi syarat administrasi, sehingga Muhappah diterima sebagai tahanan lapas.

“Lapas ini kan hanya tempat penampungan. Jika administrasi sudah lengkap yang kami terima,” ujarnya.

Sebelumnya Muhappah divonis PT Surabaya sebagai tahanan rumah atas tindak pidana penggelapan uang dan penipuan. Dia dilaporkan oleh salah satu warga Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu berinisial ES.

Sementara itu, Kabar Madura telah berusaha mengkonfirmasi pihak Kejari, namun tidak menjelaskan alasan Muhappah tetap dieksekusi di lapas. Hanya dijelaskan kepastian mengenai eksekusinya di lapas.

“Ya, sudah dieksekusi di Rutan Pamekasan, tks,” singkat Kasi Pidum Kejari Pamekasan M. Maelan tanpa menjelaskan lebih lanjut saat ditanya alasan tahanan rumah yang dieksekusi di lapas.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *