Kejari Pamekasan Segera Sidangkan Kasus Penggelapan Uang Nasabah

  • Whatsapp
(Km; Khoyrul Umam syarif) GERAK CEPAT: Kejari Pamekasan akan segera limpahkan kasus penggelapan uang nasabah yang dilakukan oleh Teller Bank Jatim Cabang Pamekasan Unit Keppo ke pengadilan. 

Kabarmadura.id/Pamekasan-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, dalam waktu dekat akan menggelar sidang perdana kasus penggelapan uang nasabah Bank Jatim Cabang Pamekasan. Saat ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pamekasan tengah menyiapkan surat dakwaan terhadap tersangka Anni Fartini (AF).

Menurut Kepala Kejari Pamekasan Teuku Rahmatsyah, progres kasus penggelapan uang nasabah yang dilakukan oleh AF saat menjabat sebagai teller Bank Jatim Cabang Pamekasan Unit Keppo, sudah masuk pada tahap pembuatan surat dakwaan.

Dirinya mengungkapkan,  JPU telah menyiapkan berkas penuntutan terhadap mantan pegawai bank BUMD milik Pemprov Jatim itu. Tersangka dan barang bukti yang diserahkan polisi dicek kebenarannya.

“Insyaallah (sidang perdana) segera digelar, setelah surat dakwaan selesai dibuat kami limpahkan ke pengadilan,” ungkapnya, Kamis (19/3/2020).

Dirinya menjelaskan, dalam penyusunan surat dakwaan kepada tersangka AF, korps adhyaksa tidak melakukan pemanggilan kepada saksi dari tersangka. Sebab menurutnya, penyusunan surat dakwaan sudah berdasar data dari penyidik Polres Pamekasan yang telah disampaikan ke Kejari beberapa waktu lalu.

Diungkapkan pria asal Aceh tersebut, kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan AF cukup tinggi. Berdasarkan hasil audit yang dilakukan, AF terbukti menggelapkan uang nasabah sebesar Rp4 miliar lebih.

Pihaknya menyebut, uang yang digelapkan oleh tersangka sempat diganti oleh pihak keluarga. Namun menurutnya, penggantian uang nasabah itu tidak berpengaruh terhadap proses hukum.

“Inshaallah minggu depan kami limpahkan ke pengadilan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kejari Pamekasan menerima  penyerahan barang bukti dan tersangka oleh pihak penyidik Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan, dengan barang bukti kerugian senilai Rp4 miliar.

Saat penyerahan dilakukan pada Rabu (11/3/2020), tersangka masih menanggung sisa penggelapan senilai Rp48 juta. Akibat perbuatannya, tersangka AF dijerat Pasal 374 KUHP tentang Penggelapan dalam Jabatan. (rul/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *