Kejari Sampang Selamatkan Rp1,1 Miliar dari Hasil Korupsi

  • Whatsapp
KM/SUBHAN TERSELAMATKAN: Kejari Sampang berhasil menyelamatkan uang negara dari kasus korupsi bansos tanaman tebu dan benih tahun 2014.

Kabarmadura.id/Sampang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sampang berhasil menyelamatkan barang bukti berupa uang senilai Rp1.180.050.000 atas kasus korupsi bantuan sosial (Bansos) tanaman tebu dan benih datar tahun 2014 di Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur.

Kasus tersebut menjerat dua terpidana, yakni Abd. Holik Ketua Kelompok Tani (Poktan) Damar Wulan, dan Aliansyah alias pak Lina bin Kadin Ketua Poktan Mawar. Kedua terpidana itu diputusan pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya nomor 185/Pid.Sus-TPK/2018/PN.SBY pada tanggal 25 Maret 2019.

Tepidana Abd Holik divonis 4 tahun penjara dengan denda Rp200.000.000 subsidair 3 bulan kurungan dengan pengganti Rp1.457.700.000, apabila uang penggati tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 9 bulan kurungan. Sementara uang rampasan sebesar Rp942.775.000 untuk dikembangkan ke kas negara.

Sementara untuk terpidana Aliansyah ketua Poktan Mawar diputusan pengadilan Tipikor Surabaya nomor 186/Pid.Sus-TPK/2018/PN.SBY pada tanggal 25 Maret 2019 divonis 4 tahun 6 bulan, dengan denda Rp200.000.000 subsider 3 bulan kurungan, uang pengganti sebesar Rp. 651.000.000, dan apabila diabayar, maka diganti dengan pidana penjara 6 bulan, dan uang sebesar Rp. 237.275.000 dirampas dan dikembalikan untuk negara.

Kepala Kejari Sampang Maskur mengatakan, kasus pelanggaran bansos itu terjadi pada tahun 2014 silam, ditangani oleh penyidik Polres Sampang dengan terpidana dua ketua  Poktan Damar Wulan dan Mawar. Karena kedua poktan tersebut menerima bansos pngembangan tanaman tebu kebun benih datar dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Namun, dalam realisasinya terjadi pelanggaran dan dilakukan proses hukum dan sudah inkrah pada tanggal 25 Maret 2019.

“Eksekusi untuk kedua terpidana kasus bansos tebu ini sudah dilakukan pada 23 April 2019, maka pada hari ini dilakukan eksekusi barang bukti, berupa uang rampasan dari terpidana Abd. Holik sebesar Rp942.775.000 dan Aliansyah sebesar Rp237.275.000, dengan total keseluruhan mencapai Rp1.180.050.000 untuk dikembalikan ke kas negara,”ucapnya kepada awak media, Selasa (25/6/).

Maskur menjelaskan, selama tahun 2019 penyelamatan uang negara yang belum dilakukan eksekusi atau pengembalian ke kas negara yakni sebesar Rp9.981.101.679. Posisi uang itu saat ini dititipkan di rekening RPL 036 PDT Kejari Sampang.

“Untuk kasus yang lain tetap berlanjut dan kami masih menunggu hasil putusan kasasi, untuk melakukan eksekusi,”jelasnya. (sub/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *