Kejari Sampang Selidiki Aliran Penyelewengan DD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) PENGEMBANGAN: Penyidik Kejari Sampang mulai mengarah ke aliran dana penyelewengan kasus dana desa (DD) Tanah Merah Kecamatan Torjun Bangkalan.

KABARMADURA.ID | SAMPANG –Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang sudah melimpahkan kasus dugaan penyelewengan dana desa (DD) ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana dan Korupsi (Tipikor) Surabaya. Meski demikian, korps adhyaksa di daerah tetap melanjutkan penelusuran aliran dana dalam kasus tersebut.

Informasi yang dirangkum Kabar Madura, sejumlah pekerjaan proyek yang bersumber dari DD di Desa Tanah Merah mayoritas belum tuntas. Diduga ada anggaran yang sengaja tidak dimaksimalkan untuk pembangunan. Hal tersebut sesuai dengan hasil evaluasi dan monitoring Inspektorat, melalui Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

Bacaan Lainnya

Selain itu, dari hasil penyelidikan kejaksaan dalam kasus ini ditemukan kerugian sebesar Rp322.879.481. Untuk sementara, tersangka Hartono mengaku dana banyak digunakan hanya untuk kepentingan pribadi. “Kami masih menunggu jadwal sidang. Tapi aliran dana perlu diselidiki. Karena bisa saja ada dana aliran masuk ke sejumlah pihak,” ujar Kasi Intel Sampang Ahmad Wahyudi, Minggu (17/10/2021).

Menurutnya, kasus DD di Tanah Merah menjadi contoh anggaran DD rawan penyelewengan. Sehingga akan melakukan pengembangan ke desa lain. Sehingga anggaran pembangunan desa bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Diharapkan, seluruh pemerintahan desa tidak main-main dengan anggaran negara.

Sebab akan berdampak hukum. Apalagi jika terbukti ada kerugian negara. Baik anggaran yang bersumber dari DD maupun anggaran dana desa (ADD).  “Kami akan menindak tegas jika ada yang merugikan negara. Apalagi berdampak pada pembangunan. Baik di tingkat kabupaten maupun tingkat kecamatan hingga desa,” ucapnya.

Reporter : Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *