oleh

Kejari Sumenep Tagih Berkas, Polres Mulai Angkat Tangan

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Kasus dugaan korupsi Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Mandek di Polres Sumenep. Lembaga penegak hukum itu mengaku kesulitan dalam memenuhi kekurangan berkas persyaratan kasus tersebut.

Hal tersebut diakui Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, menangani kasus korupsi sangat ruwet dan sulit. Bahkan, ada yang sampai 12 tahun. Sayangnya, kesulitan tersebut dia tidak bisa terbuka. Dia berdalih merupakan rahasia penyidik.

“Makanya, kasus korupsi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Harus perlu kehati-hatian,” katanya, Rabu (17/3/2021)

Dia mengatakan, seperti kasus dugaan korupsi gedung Dinkes saat ini masih sangat kesulitan dalam penambahan data yang diarahakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep.

“Kami tidak dapat memprediksi kapan selesainya kelengkapan berkas yang diarahkan Kejaksaan,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Sumenep Ajun Komisaris Polisi (AKP) Fared Yusuf, menurutnya, masih akan melengkapi petunjuk dari Kejaksaan. Sehingga, harus bekerja keras lagi untuk melengkapinya.

“Jika sudah dilengkapi, maka kami infokan nanti,” ucap pria yang akrab disapa Yusuf itu.

Pengamat Hukum Ach. Novel menilai Polres Sumenep tidak serius dalam menangani kasus dugaan korupsi Gedung Dinkes. Menurutnya, Polres harus terbuka pada publik, jangan kemudian diam dan proses pelimpahan lama.

“Dengan terbukanya pada publik. Maka, masyarakat akan membantu apa yang menjadi kekurangan. Jika disembunyikan entah berkas apa yang belum dilengkapi maka Polres terkesan ada permainan,” tegasnya.

Diketahui, gedung Dinkes menghabiskan anggaran Rp4,5 miliar, dana tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2014. Terdapat tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Masing-masing, inisial IM, NM, dan M.

Sementara itu, Kepala seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sumenep Herpin Hadat mengakui, kasus yang berkasnya dikembalikan atau P19, akni kasus dugaan korupsi Gedung Dinkes.

“Berkas itu dikembalikan karena tidak lengkap,” ucapnya.

Menurutnya, berkas kasus tersebut hingga saat ini, masih belum diserahkan kembali. Polres masih melengkapi berkas yang masih kurang.

“Kejaksaan hanya menunggu dari Polres,” pungkasnya. (imd/mam)

 

 

Komentar

News Feed