Kejari Tetapkan 2 Tersangka Kambing Etawa, Kejari:  Bisa Jadi Ada Tersangka Baru

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) TERUS DISELIDIKI: Kejaksaan Negeri Bangkalan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan telah menetapkan 2 tersangka dalam kasus pengadaan kambing etawa. Kedua tersangka tersebut adalah Mulyanto Dahlan, mantan Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Syamsul Arifin Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan.

Kendati sudah ditetapkan dalang dari kasus itu, Kejari terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ersebut. Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Bangkalan Arya Putu Wibisana menerangkan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dalam perkara itu.

“Bisa jadi ada tersangka baru, tapi kita lihat dulu setelah persidangan. Apakah kedua tersangka ini memang otak di balik kasus tersebut atau memang sengaja pasang badan,” terangnya.

Putu menjelaskan, dirinya belum bisa mengungkapkan secara rinci mengenai adanya tambahan tersangka dalam kasus tersebut atau tidak. Sebab, proses persidangan kedua tersangka akan berlangsung pada hari Jumat mendatang. Dari situlah pihaknya mengaku, baru bisa menentukan langkah pengembangan apakah ada tersangka baru atau tidak.

“Peluang tetap ada, arahnya kemungkinan ke sana tetap ada, tapi kita lihat ekspresi dan keterangan dari 2 tersangka ini,” jelasnya.

Sementara itu, saat ditanya proses sidang yang akan berlangsung sudah sampai mana mengenai kasus ini, lelaki asal Bali ini menuturkan, tahapan masih sebatas tanggapan eksepsi. Di mana yakni penolakan/keberatan yang disampaikan oleh kedua tersangka tersebut.

Lebih lanjut, Putu mengatakan, untuk tersangka baru yg dibidiknya, pihaknya masih belum bida membocorkan apakah dari golongan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pihak swasta.

“Kalau sudah ada petunjuk dari Kepala Kejari yang baru nanti, kita bisa memberi keterangan. Saat ini masih belum bisa kita jelaskan secara detail karena persidangan juga masih tahap eksepsi,” tandasnya.

Sampai hari ini sudah ratusan orang dipanggil dan dimintai keterangan dalam kasus ini. Baik dari kepala desa yang ada di Bangkalan, ASN dan non ASN, pihak swasta dan suplier kambing etawa itu sendiri. Kurang lebih total saksi yang sudah dipanggil sebanyak 220 orang. Dari ratusan orang tersebut juga termasuk mantan Bupati Bangkalan periode 2013-2018, Makmun Ibnu Fuad.

Pengadaan kambing etawa merupakan program yang melekat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan pada tahun anggaran 2017. Realisasinya tersebar di 273 desa se-Bangkalan dengan total anggaran sebesar Rp9.213.750.000.

Hasil pemeriksaan penyidik, setiap desa dianggarkan Rp33.750.000. Rinciannya, Rp13.750.000 untuk membeli empat kambing etawa betina termasuk di dalamnya Rp800 ribu biaya transport.

Kemudian, Rp10 juta untuk membeli satu ekor kambing etawa jantan termasuk juga di dalamnya Rp800 ribu untuk biaya transportasi dan  Rp10 juta untuk pembuatan kandang kambing etawa. Dana itu bersumber dari APBDes 2017 di tiap desa. (ina/pai)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *