Kejelasan Bayi Tertukar Tunggu Kepastian Hasil Tes DNA

  • Bagikan
(FOTO: KM/MOH RAZIN) TUNGGU KEPASTIAN: Sebelum ada hasil tes DNA, kasus dugaan bayi tertukar, tidak diselidiki lebih dalam oleh Polres Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP Sebelum ada hasil tes DNA, kasus dugaan bayi tertukar di RSUD dr. Moh Anwar Sumenep tidak diselidiki lebih dalam oleh Polres Sumenep. Setelah hampir satu bulan usia kasus tersebut, Polres Sumenep akhirnya memfasilitasi tes DNA pada Selasa (1/12/2020).

Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Dhany Rahadian Basuki mengatakan, kasus tersebut baru bisa ditelusuri lebih dalam jika hasil tes DNA itu sudah diketahui.

“Untuk kapan diketahui hasilnya, kami juga tidak tahu, soalnya masih dikirim ke salah satu rumah sakit di Jakarta, dan setelah diketahui itu anaknya atau bukan baru kami bertindak,” katanya, Selasa (1/12/2020).

AKP Dhany juga khawatir, jika menyidik terlebih dahulu, saat hasil tesnya gagal menunjukkan bayi tersebut tertukar.

“Nanti kami bisa cek salinan dan CCTV, tidak mungkin dilakukan sebelum ada hasil tes DNA. Jika benar itu anak mereka maka kami kan sayang, harus bongkar pasang CCTV,” imbuhnya.

Kasus dugaan bayi tertukar itu terungkap, setelah pasien dari pasangan suami istri Nurma Ningsih (25) dan Subroto (27), warga Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan di di RSUD Sumenep pada Jumat 13 November 2020.

Selang dua hari, tepat pada hari Minggu 15 November 2020, saat sang ibu memberikan air susu ibu (ASI) kepada putri cantiknya, aAda perasaan was-was, sehingga merasa kaget, dan menyampaikan kepada pihak rumah sakit bahwa bayi tersebut bukan anaknya.

Penyebabnya, pada pertama menyusui setelah melahirkan, anaknya tidak tumbuh rambut, namun selang dua hari, rambutnya malah lebat.

“Jadi bapak dan mbah bayi benar-benar menyaksikan bahwa bayi itu gundul,” kata salah satu keluarga Ningsih pada Selasa, (17/11/2020).

Baca juga  Kasus Beras Opolosan, Hakim Vonis 3 Bulan Penjara

Sementara Humas RSUD Moh Anwar Sumenep Arman Endika Putra sempat menghindar memberi keterangan detail mengenai adanya kelalaian, sehingga terjadi dugaan penukaran bayi.

“Ini masih melakukan konfirmasi, kami kan tidak bisa hanya berdasar kepala ruangannya. Kami juga harus mengkroscek terhadap orang itu. Siapa sih yang bertugas. Meskipun dia bertugas, kan pasti berbeda keterangan ketika saya gali keterangannya,” jelasnya. (ara/waw)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan