oleh

Kekeringan Ancam Sebelas Kecamatan di Pamekasan

Kabarmadura.id/Pamekasan–Memasuki puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, melakukan pemetaan bencana kekeringan yang diprediksi akan melanda di sebelas kecamatan di Pamekasan.

Kepala BPBD Pamekasan Akmalul Firdaus menjelaskan, pihaknya telah mendata sejumlah daerah yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau. Dia menyebutkan, sejumlah desa dari 11 kecamatan di wilayahnya telah didata sebagai daerah rawan kekeringan. Dia memastikan jumlah wilayah kekeringan tahun ini menurun dibanding tahun lalu.

Pihaknya, juga akan melakukan kerjasama berupa penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan, guna mengantisipasi kekeringan. Setelah itu selesai, pihaknya akan berkonsultasi dengan Bupati Pamekasan, untuk bisa mendistribusikan bantuan air kepada sejumlah daerah terdampak kekeringan.

“Sekaligus regulasi yang kami siapkan itu siaga darurat kekeringan dan tanggap kekeringan,” tegasnya, Selasa (18/8/2020).

Selain memprediksi kecamatan rawan kekeringan, pihaknya juga memetakkan dua wilayah yang dipandang bebas dari ancaman kekeringan, yaitu Kecamatan Pamekasan dan Kecamatan Pakong.

“Ada 82 desa, 325 dusun dari 11 kecamatan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin menawarkan solusi antisipasi kekeringan dengan pembangunan embung. Menurutnya, dengan embung distribusi air bersih kepada warga terdampak kekeringan bisa lebih mudah.

Namun kata dia, kebersihan air dalam embung tersebut harus konsisten terjaga sehingga masyarakat tidak mengkonsumsi air kotor. Menurutnya alokasi dana desa (ADD) bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur berupa embung tersebut.

“Warga terdampak kekeringan ini bisa memanfaatkan air embung. Tentu kebersihan air harus terjaga,” ucapnya. (ali/pin)

Komentar

News Feed