oleh

Kekurangan Blangko, Dispendukcapil Terbitkan 9 Ribu Suket

Kabarmaduraa.id/Sampang– Blangko KTP elektronik (e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang kembali kosong. Kondisi tersebut belakangan sudah terjadi sejak akhir Juni 2019 lalu.

Sejumlah pemohon e-KTP mengaku sangat dirugikan, setelah hanya menerima surat keterangan (Suket) pengganti e-KTP.

“Memang informasinya Suket ini memiliki fungsi yang sama dengan e-KTP, namun secara tidak langsung tetap merugikan, sebab KTP yang saya buat rencananya untuk  di bawa ke Jakarta, saya mau kerja ke Jakarta,” tutur Moh Syafik, salah seorang pemohon e-KTP.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK dan PD) Dispendukcapil Sampang, Edi Subinto menuturkan, saat ini Dispendukcapil tengah kehabisan blangko.

“Kekosongan blangko ini juga di alami pemerintah pusat, sehingga untuk sementara kami menggunakan Suket sebagai pengganti,” ujarnya, Kamis (25/7/2019).

Akibat kekosongan stok blangko tersebut, sambung Edi, Dispendukcapil mensiasatinya atau mengganti dengan Suket, saat ada masyarakat yang ingin membuat e-KTP.

“Karena blangko kosong, kami keluarkan Suket kepada pemohon e-KTP, adapun masa berlaku suket itu selama 6 bulan,” terangnya.

Edi menuturkan, pasca mengalami kekosongan blangko, Dispendukcapil telah menerbitkan 9.000 lebih suket kepada pemohon e-KTP yang tersebar di 14 kecamatan se- Kabupaten Sampang. Jumlah tersebut terdiri dari perekaman awal, hilang dan rusak.

“Angka detail Suket yang kami keluarkan per hari Rabu kemarin sebanyak 9.903. Itu bukan perekaman awal saja,” imbuhnya.

Ditanya kapan blangko e-KTP akan tersedia kembali, Edi memperkirakan harus menunggu Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2019. Sebab, keterbatasan blangko juga terjadi hingga tingkat Dirjen Dukcapil.

“Kekurangan ini tidak hanya di Sampang. Mudah-mudahan segara ada solusi,” pungksnya. (sam/rei)

Komentar

News Feed