Kelanjutan Dermaga Dungkek Disuntik Dana Rp1,6 M

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TERHAMBAT: Pengerjaan Dermaga Dungkek tidak selesai 100 persen pada tahun 2020, hingga dilakukan suntikan dana tambahan Rp1,6 M.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pembangunan Dermaga Dungkek meleset dari target pengerjaan. Pasalnya, pembangunan yang ditargetkan selesai tahun 2020 namun tidak selesai seratus persen. Bahkan, lanjutan pembangunan dermaga masih butuh tambahan dana Rp1,6 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Agustiono Sulasno melalui Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Agus Budiyanto mengatakan, Dermaga Dungkek belum dioperasikan karena masih kekurangan anggaran senilai Rp1,6 miliar.

Bacaan Lainnya

“Dari anggaran awal Rp41 miliar lebih, saat ini ditambah 1,6 miliar untuk melanjutkan pengerjaan,” katanya, Kamis (14/01/2021).

Dia menjelaskan, hingga saat ini proyek yang menelan dana jumbo itu masih belum beroperasi. Sehingga, masyarakat masih belum dapat menikmati Dermaga Dungkek yang diproyeksikan untuk fasilitas penyeberangan dan kenyamanan masyarakat. Utamanya, masyarakat di Kota Keris.

“Dana Rp1,6 miliar untuk pembangunan parkir, taman, mushalla, dan kelengkapan lainnya di area Dermaga Dungkek,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dishub Sumenep Dadang Dedi Iskandar mengatakan, Dermaga Dungkek sudah dikerjakan sesuai prosedur. Bahkan, pengawasan dari dinasnya sudah dilakukan dalam setiap harinya. “Kami berharap, segera dimanfaatkan khususnya penduduk Sumenep. Bahkan, luar Sumenep hingga luar Madura,” ucapnya.

Diketahui, berdasarkan pengumuman lelang di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Sumenep. Yakni, nilai pagu paket Rp41.650.000.000,00 dan nilai HPS paket Rp41.649.978.478,74. Dana tersebut sudah digunakan semua, saat ini ditambahkan anggaran Rp1,6 miliar.

“Dana itu bersumber dari BK (Bantuan Keuangan) senilai Rp 60 miliar selebihnya diperuntukkan untuk pembangunan Dermaga Gili Iyang,”ucap dia.

Dijelaskannya, proyek tersebut dikerjakan oleh CV Ramadan. Anggaran yang bersumber dari Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) yang dihibahkan pada Pemerintah Kabupaten Sumenep. “Lebar Dermaga Dungkek seluas 7 meter ditambah 140 meter dari pelabuhan lama. Pengerjaan saat ini sudah selesai. Tapi, butuh penambahan fasilitas,” ucapnya.14

Diketahui, Dermaga itu nantinya dipergunakan untuk multi fungsi. Diantaranya untuk kapal-kapal yang hendak menuju ke pulau kangean, Sapudi, dan jurusan Ra’as termasuk akan difungsikan untuk pariwisata dan pengengembangan perekonomian.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmad Zainur Rakhman mengatakan, pengerjaan Dermaga Dungkek harus dikerjakan serius. Kualitasnya, juga dapat dipertaruhkan. Sebab, jika tidak demikian, maka akan terjadi lagi seperti pelabuhan Gili iyang. Yakni, ambruk tanpa difungsikan.

“Kami berjanji akan terus mengawasi dinas terkait serta pihak lainnya. Pengerjaan akan dilanjutkan tahun ini,”tegasnya (imd/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *