Kelanjutan Nasib Pilkades Serentak Dua Kabupaten

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) PEMILIHAN:  Pemerintah kabupaten (Pemkab) menunda pelaksanaan Pilkades serentak, untuk menekan angka sebaran Covid-19.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-SUMENEP- Tahapan pelaksanaan Pilkades serentak untuk 84 desa di Sumenep sejatinya hanya menyisakan pencoblosan. Sebagian besar panitia Pilkades sudah menetapkan calon dan menyelesaikan pencetakan kartu suara.

Namun, tahapan tersebut akhirnya ditunda seiring dengan adanya keputusan pemerintah tentang pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat yang kemudian diperpanjang menjadi PPKM sesuai level.

Bacaan Lainnya

Terbaru, Menteri Dalam Negeri menunda kembali pelaksanaan Pilkades hingga dua bulan kedepan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, M Ramli menjelaskan, keputusan tersebut merupakan rekomendasi surat edaran (SE) Kementerian dalam Negeri (Mendagri) per 9 Agustus 2021 tentang penundaan Pilkades serentak dan pemilihan antar waktu (PAW).

Ramli mengatakan, mengacu kepada amanat Mendagri, Pilkades serentak di Sumenep ditunda hingga dua bulan ke depan, terhitung dari tanggal 9 Agustus-9 Oktober mendatang. Hal ini tentu tetap menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah Pusat.

“Artinya bisa saja dengan bunyi SE itu jika ada ketentuan lain, maka tentunya jika ada SE baru, misalnya disuruh laksanakan minggu depan, maka langsung dilaksanakan,” paparnya.

Untuk diketahui, Pilkades serentak di Sumenep dijadwal dilaksanakan pada 8 Juli 2021 pada 86 desa tinggal 84 karena dua desa gagal. Namun saat itu harus ditunda setelah pemerintah Pusat menerapkan PPKM dan menerbitkan SE baru.

Kali ini penundaan pelaksanaan Pilkades serentak kembali dilakukan seiring masih diterapkannya pembatasan setiap kegiatan masyarakat di tengah wabah Covid-19.

“Kalau tahapannya tidak ada yang berubah, jumlah DPT dan lain-lain tetap, nanti tinggal melaksanakan pemungutan suara kalau sudah ada kepastian,” pungkasnya.

Sementara nasib pelaksanaan Pilkades Pamekasan sebagaimana disampaikan Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan, Ach. Faisol, masih belum menetapkan rencana tanggal pelaksanaan Pilkades. Namun, Faisol menguraikan bahwa tahapan Pilakdes akan dilanjutkan setelah menjalani penundaan selama dua bulan terhitung sejak 9 Agustus lalu sebagaimana isi Surat Edaran dari Kemendagri Nomor: 141/4251/SJ

“Meski ada penundaan, seluruh tahapan yang sudah selesai, tidak gugur dan bisa dilanjutkan setelah ada keputusan berikutnya,” ucap Faisol

Penundaan pilkades serentak sudah tersampai kepada 74 desa di 13 kecamatan Pamekasan, sebab  sesuai dengan instruksi dari kementerian dalam negeri yang ditunda sekurang-sekurang 2 bulan per tanggal 9 Agustus 2021, sehingga bisa dilanjutkan kembali semua tahapannya pada bulan Oktober mendatang.

“Dilakukan penundaan pelaksanaan tahapan Pilkades serentak, dan pemilihan antar waktu yang berpotensi menimbulkan kerumunan dalam rentang waktu dua bulan,”paparnya, Rabu (11/8/2021).

Pelaksanaan tahapan pilkades di bumi Ratu Pamelingan sudah sampai pada pengumuman pendaftaran bakal calon (Balon), meskipun ditunda pelaksanaannya tidak menggugurkan berbagai tahapan yang sudah terlaksana.

“Penundaan Pilkades tidak membatalkan tahapan yang telah dilaksanakan sebelumnya,”urainya.

Faisol yang juga memaparkan, tidak hanya Pilkades yang tunda, melainkan PAW kepada calon kepala desa yang kepala desa (kades)nya mengundurkan diri, juga tidak bisa dilaksanakan, sebab dikhawatirkan akan timbulnya kerumunan di masyarakat, hal itu demi menekan angka sebaran Covid-19, sehingga berbagai program yang sudah dirancang dengan baik harus ditunda.

“Kami meminta kepada seluruh elemen pemerintah di tingkat desa untuk terus aktif melakukan pemantauan kondisi penyebaran Covid-19, melalui pengoptimalisasian posko desa, serta tetap menjaga stabilitas dan kondusifitas,”tukasnya. (ara/rul/bri)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *